UJANG KOMARUDIN

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.
News

Korupsi Menteri Edhy


Korupsi Menteri Edhy
Menteri KKP Edhy Prabowo usai diperiksa di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

AKURAT.CO, Sebelum Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo ditangkap KPK. Sehari sebelumnya, saya diwawancara oleh Radio Republik Indonesia (RRI), tentang KPK yang masih belum berani, menangkap koruptor kelas kakap.   

Saya katakan, pasca revisi UU KPK, tak ada lagi ketua umum, sekjen partai, ketua DPR, wakil ketua DPR, anggota DPR, ketua lembaga-lembaga tinggi negara, dan menteri yang ditangap KPK.

Kritik tersebut, saya ungkapkan sebagai rasa sayang saya pada bangsa ini. Dimana dulu, KPK garang pada mereka yang punya kuasa, yang punya jabatan tinggi, namun saat ini seolah-olah melempem tak bergigi.

baca juga:

Yang ditangkap, hanya kelas kepala daerah dan para anggota DPRD. KPK hanya berani usut kasus biasa, namun tak bisa mengusut kasus luar biasa, yang melibatkan petinggi-petinggi di negeri ini.

Tepat sehari setelah saya mengkritik KPK. KPK menangkap Edhy Prabowo, dalam dugaan korupsi ekspor benur lobster.

Kita harus apresiasi apa yang telah dilakukan KPK. KPK mesti didorong untuk mengusut tuntas korupsi di tubuh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Siapapun yang terlibat mesti disikat dan dibabat. Jangan biarkan kasusnya tersumbat, karena akan banyak yang menghambat.

Penangkapan Edhy Prabowo oleh KPK, sekaligus juga meredupkan pemberitaan terkait Habib Rizieq Shihab (HRS). Pemberitaan HRS yang begitu luar biasa, tiba-tiba tenggelam tertutup oleh kasus korupsi menteri Edhy.

Penangkapan Edhy Prabowo menjadi momentum bagi KPK, untuk mengembalikan kepercayaan publik. Bahwa KPK masih bertaring, masih punya gigi, dan masih berani untuk menangkap seorang menteri.

Namun ada beberapa pertanyaan publik yang harus dijawab. Pertama, apakah ini murni penegakkan hukum. Jika iya, maka harus kita dorong. Dan KPK harus kita apresiasi. Kedua, apakah ini politis. Jangan sampai penangkapan Edhy Prabowo, bernilai dan bernuansa politis. Penegakkan hukum yes, politis no.

Super Admin

https://akurat.co

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum
Follow Me:

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first