News

Korupsi Dana Investasi, Kejagung Bidik Pejabat BPJS TK

Korupsi Dana Investasi, Kejagung Bidik Pejabat BPJS TK


Korupsi Dana Investasi, Kejagung Bidik Pejabat BPJS TK
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Penyidikan kasus dugaan korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di BPJS Ketenagakerjaan masih terus bergulir. Hanya saja, penyidik belum menetapkan tersangka meskipun puluhan saksi telah diperiksa.

Setelah pada Rabu (14/4/2021) memeriksa pihak swasta, yakni jajaran direksi PT Syailendra Capital, mulai dari Direktur Utama hingga head of Equity. Kali ini penyidik kembali menggali fakta hukum dari jajaran pejabat di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (15/4/2021).

Saksi yang diperiksa adalah II selaku Deputi Direktur Analisa Portofolio BPJS Ketenagakerjaan, RU selaku Deputi Deputi Direktur Manajemen Risiko Investasi BPJS Ketenagakerjaan, dan INS selaku Asisten Deputi Manajemen Risiko Investasi BPJS Ketenagakerjaan,

Sebelumnya penyidik kembali memeriksa mantan Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan EA (Evi Afianti). Evi sendiri sudah dua kali diperiksa penyidik. Pemeriksaan terhadap Evi Afiatin yang pertama, Jumat (22/1/2021).

Penyidik juga telah memeriksa mantan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Agus Susanto (AS) dan Direktur Pengembangan Investasi telah diperiksa. Terbaru penyidik memeriksa Deputi Direktur SPI BPJS Ketenagakerjaan tahun 2019.

Sederet saksi dari perusahaan sekuritas juga telah diperiksa. Antara lain Dirut PT Trimegah Asset Management Anthony Dirga juga diperiksa. Lalu saksi lain adalah MKS selaku Direktur Pelayanan BPJS-TK, HP selaku Dealer Pasar Utang BPJS-TK, dan II selaku Deputi Direktur Analisa Portofolio BPJS-TK.

Diketahui, Tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan penggeledahan pada Senin (18/1/2021). Dalam penggeledahan, tim penyidik tindak pidana khusus (pidsus) menyita sejumlah dokumen dan alat bukti.

Hingga saat ini Penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti dugaan korupsi yang diduga rugikan negara hingga puluhan triliun itu. Belum ada pihak yang dicekal apalagi menjadi tersangka.

Belum ditetapkannya tersangka dalam kasus BPJS Ketenagakerjaan karena penyidik masih sulit membuktikan pelanggaran melawan hukum pengelolaan dana investasi BPJS. Sebab perhitungan kerugian negara yang ditaksir penyidik bukan kerugian negara tapi unrealiazed loss atau potential loss. []

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu