News

Korupsi Dana Asabri, Kejagung Periksa 13 Saksi

Penyidik Kejagung gencar mendalami kasus korupsi PT Asabri.


Korupsi Dana Asabri, Kejagung Periksa 13 Saksi
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung gencar mendalami kasus korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). 13 saksi diperiksa penyidik untuk didalami keterlibatan pihak lain dalam kasus Asabri.

13 saksi yang diperiksa adalah, HE selaku Kadiv Investasi / Kadiv Manajemen Portofolio PT Asabri (persero) periode Agustus 2018 s/d Agustus 2020, MS selaku PT Henan Putihrai Asset Management, RD selaku Pelaksana Instruksi Trading PT Tricore Kapital Sarana & PT Dana Lingkar Kapital.

Kemudian SH selaku Istri Tersangka SW, FN selaku Direktur Utama PT Tricore Kapital Sarana & PT Dana Lingkar Sarana, S selaku Direktur PT Semesta Indovest Sekuritas, BH selaku Direktur Utama PT Buana Capital Sekuritas, LL selaku Pihak Swasta terkait Tersangka SW, SP selaku Pihak Swasta terkait Tersangka ARD, MRI selaku Anak Tersangka IWS, PH selaku Karyawan PT Vivaces Prabu Investama, JHT selaku Direktur Utama PT Ciptadana Sekuritas Asia dan IS selaku Direktur Keuangan PT Prima Jaringan.

"Pemeriksaan masih seputar mengumpulkan fakta-fakta hukum terjadinya pidana," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Rabu (31/3/2021).

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan Sembilan tersangka. Mereka adalah, mantan Direktur Utama PT Asabri, Mayor Jenderal (Pur) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Pur) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro, mantan Kepala Divisi Investasi Asabri (2012-2017), Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi, mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi (2012-2015), Bachtiar Effendi, mantan Direktur Investasi dan Keuangan (2013-2019), Hari Setiono serta Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo.

Penyidik juga telah melakukan penyitaan aset milik tersangka. Mulai dari mobil mewah, bus, kapal tanker hingga ratusan bidang tanah. Saat ini taksiran kerugian negaranya Rp23 triliun. []

Arief Munandar

https://akurat.co