News

Korupsi BTS Kominfo, Kejagung Tahan Petinggi Huawei

Korupsi BTS Kominfo, Kejagung Tahan Petinggi Huawei
Ilustrasi BTS Kementerian Kominfo (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Mukti Ali (MA) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tahun 2020-2022.

Kejagung pun langsung melakukan penahanan terhadap Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment itu selama 20 hari ke depan, di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta.

Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana mengatakan, penahanan terhadap tersangka dilakukan untuk mempercepat proses penyidikan.

baca juga:

Ketut menjelaskan Mukti Ali telah melawan hukum melakukan permufakatan jahat dengan tersangka Direktur Utama (Dirut) BAKTI Kominfo, Agung Achmad Latif (AAL).

"Yang bersangkutan mengkondisikan pelaksanaan pengadaan BTS 4G pada BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika sedemikian rupa sehingga ketika mengajukan penawaran harga, PT HWI ditetapkan sebagai pemenang," ujar Ketut dalam keterangan yang diterima wartawan, Rabu (25/1/2023).

Mukti Ali disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, Kejagung juga telah menetapkan tiga tersangka lain, ketiga tersangka tersebut yakni, Dirut BAKTI Kominfo, Agung Achmad Latif (AAL); Dirut PT Mora Telematika Indonesia, berinisial GMS; dan Tenaga Ahli Human Development (Hudav) Universitas Indonesia (UI) tahun 2020, YS. []