News

Korpus BEM Nusantara Sorot Langkah Kapolri Tindak Anggotanya yang Lakukan Represifitas

Korpus BEM Nusantara sepakat atas langkah preventif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


Korpus BEM Nusantara Sorot Langkah Kapolri Tindak Anggotanya yang Lakukan Represifitas
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ditemui di Kantor Kelurahan Maguwoharjo, Sleman, DIY, Jumat (19/2/2021) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan surat telegram (TR) terkait penindakan tegas bagi anggota yang melakukan kekerasan berlebihan.

TR itu bernomor ST/2162/X/HUK.2.8./2021. Surat itu berisi perintah kepada kepala kepolisian daerah (kapolda) untuk mengatasi kasus kekerasan berlebihan terhadap masyarakat yang terjadi belakangan. 

Menyoroti itu, koordinator pusat BEM Nusantara, Eko Pratama mengatakan, upaya Kapolri mengeluarkan TR tersebut telah menunjukkan komitmen ingin membentuk citra Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Korpus BEM Nusantara itu menyatakan jika tindakan itu sangat tepat dilakukan.

“Kami memuji tindakan serius dari pak Kapolri, Sigit Prabowo. Kapolri tentu menginginkan citra polisi yang humanis. Sehingga tidak terpuji seperti yang dilakukan salah satu oknum anggotanya memang tepat segera diberi ganjaran sesuai,” kata Eko, Rabu (20/10/2021).

Lalu, Eko juga menerangkan bahwa pihaknya sepakat atas langkah preventif Kapolri itu. Sebab TR juga merupakan respons yang baik dari Kapolri terkait kondisi jajarannya.

Menurutnya, Polri saat ini lebih baik lantaran sudah mampu mendengar kritik, menyerap aspirasi atas pelanggaran yang terjadi di internal.

“Kami sepakat bahwa TR Kapolri itu adalah sebuah respons yang bagus, daripada tidak direspons sama sekali. Apalagi jika mengenang internal polisi zaman dulu-dulu yang cenderung ada sifat membela diri dan apologi. Saya kiri respon ini sangat baik, meski kejadi represif ini tentu bukan yang pertama kali terjadi,” tutur Eko. 

Dengan keberadaaan TR tersebut, Eko mengharap akan ada efek jera kedepannya agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Kejadian serupa semoga tidak terjadi lagi di internal Polri. TR dari Kapolri itu sudah cukup kuat untuk meredam anggota lain melakukan praktik serupa.” imbuh Korpus BEM Nus, Eko Pratama.[]