News

Korea Utara Serang Zona Penyangga Korea Selatan, 130 Peluru Artileri Ditembakkan

Korea Utara Serang Zona Penyangga Korea Selatan, 130 Peluru Artileri Ditembakkan
Korea Utara menembakkan 130 peluru artileri ke zona penyangga maritim di utara Garis Batas Utara (NLL) pada Senin (5/12). (Yonhap)

AKURAT.CO Korea Utara menembakkan sekitar 130 peluru artileri ke laut lepas pantai timur dan baratnya pada Senin (5/12), menurut militer Korea Selatan. Ini menjadi provokasi terbaru Pyongyang di dekat perbatasan maritim antar-Korea.

Dilansir dari United Press International, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mendeteksi peluru artileri tersebut mulai pukul 14.59 waktu setempat dari wilayah Kumgang di Provinsi Kangwon dan Tanjung Jangsan di Provinsi Hwanghae Selatan. Peluru mendarat di dalam zona penyangga maritim di utara Garis Batas Utara (NLL), perbatasan laut de facto.

Korea Utara sendiri tak mengakui NLL karena didirikan secara tak resmi setelah Perang Korea 1950-1953. Namun, kedua negara menyepakati zona penyangga berdasarkan perjanjian militer yang ditandatangani pada 19 September 2018 untuk mengurangi ketegangan perbatasan.

baca juga:

Militer Korea Selatan mengirimkan beberapa peringatan kepada Korea Utara tentang pelanggaran perjanjian militer. Negara itu pun menyerukan provokasi dihentikan segera.

"Tembakan artileri ke zona penyangga maritim timur dan barat jelas merupakan pelanggaran terhadap perjanjian militer 19 September. Kami sangat mendesak penghentian segera," tegas JCS.

Pyongyang telah beberapa kali melakukan latihan militer di dekat perbatasan laut tahun ini. Kedua Korea pun saling menembakkan peringatan pada Oktober setelah Seoul menuduh kapal Korea Utara mengganggu perairan teritorialnya di Laut Kuning.

Korea Utara telah lama menuntut agar NLL dipindahkan lebih jauh ke selatan. Bentrokan pun telah terjadi beberapa kali di daerah itu, termasuk baku tembak antara angkatan laut Korea Utara dan Korea Selatan di dekat Pulau Daecheong pada 2009.

Pada 2010, Korea Utara membombardir Pulau Yeonpyeong dengan artileri dan roket setelah Korea Selatan menggelar latihan di Laut Kuning yang disengketakan. Serangan itu mengenai sasaran militer dan sipil serta memicu baku tembak yang menyebabkan jatuhnya korban tewas dan terluka di kedua pihak.

Tembakan artileri pada Senin (5/12) terjadi beberapa hari setelah Korea Selatan bergabung dengan Amerika Serikat dan Jepang dalam memberlakukan sanksi baru secara sepihak terhadap Pyongyang. Keputusan ini diambil sebagai tanggapan atas peluncuran rudalnya tahun ini.[]