News

Korea Utara Sebut AS Hanya Jadikan Perundingan Sebagai Alat Politik


 Korea Utara Sebut AS Hanya Jadikan Perundingan Sebagai Alat Politik
Trump berjabat tangan dengan Kim di KTT Hanoi pada Februari 2019 lalu (CNN)

AKURAT.CO, Pejabat senior Korea Utara menyatakan bahwa tidak ada kepentingan untuk menggelar pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS). Menurutnya, AS hanya menjadikan pembicaraan dengan negaranya tak lebih dari sekadar alat politik.

Wakil Menteri Luar Negeri, Choe Son Hui, mengatakan bahwa negosiasi tidak akan berhasil antara Washington dan Pyongyang dan tidak akan ada perubahan dalam kebijakan Korea Utara.

"Kami tidak merasa perlu untuk bertatap muka dengan AS karena mereka menganggap pembicaraan antara DPRK dan AS tidak lebih dari alat untuk mengatasi krisis politiknya," kata Choe dalam sebuah pernyataan yang dimuat KCNA, dilansir dari laman Reuters, Sabtu (4/7).

baca juga:

Pembicaraan antara AS dan Korea Utara, terutama soal denuklirisasi, telah dilakukan beberapa kali namun tidak membuahkan hasil.

Pada 2018, Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu untuk pertama kalinya di Singapura. Pembicaraan dilanjutkan dalam pertemuan di Hanoi, Vietnam, pada 2019 lalu. Sementara pertemuan ketiga dilakukan pada Juni 2019 di Zona Demiliterisasi perbatasan Korea. Di sana, Trump dan Kim disebut sepakat memulai perundingan dari awal.

Pernyataan terbaru bahwa Korea Utara enggan berunding dengan AS disampaikan jelang kunjungan AS ke Korea Selatan.

Wakil Menteri Luar Negeri AS, Stephen Biegun, dijadwalkan akan mengunjungi Korea Selatan minggu depan untuk membahas perundingan buntu dengan Korea Utara.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan bahwa Trump dan pemimpin Kim harus bertemu lagi sebelum pemilu AS pada bulan November, yang akan membantu melanjutkan kembali perundingan nuklir yang macet.

Mantan penasihat keamanan nasional AS John Bolton mengatakan bahwa kemungkinan akan ada "kejutan" terkait AS-Korea Utara pada Oktober mendatang. []