News

Korea Selatan Campur 2 Merek Vaksin COVID-19, Dosis Pertama AstraZeneca lalu Kedua dari Pfizer

Menurut penelitian di Spanyol, menyuntikkan vaksin Pfizer-BioNTech kepada orang yang telah divaksin AstraZeneca sangat aman dan efektif.


Korea Selatan Campur 2 Merek Vaksin COVID-19, Dosis Pertama AstraZeneca lalu Kedua dari Pfizer
Seorang petugas medis disuntik vaksin COVID-19 dari Pfizer-BioNtech pada 10 Maret 2021 di Seoul, Korea Selatan. (Foto: Reuters)

AKURAT.CO Sekitar 760 ribu warga Korea Selatan yang telah divaksin COVID-19 dari AstraZeneca untuk dosis pertama akan ditawarkan vaksin Pfizer-BioNTech untuk dosis kedua. Pasalnya, terjadi penundaan pengiriman melalui skema pembagian vaksin global COVAX.

Meski begitu, beberapa negara, termasuk Kanada dan Spanyol, telah menyetujui pencampuran vaksin tersebut. Sebagian besar beralasan khawatir terhadap pembekuan darah yang langka dan potensi fatalnya terkait dengan vaksin AstraZeneca.

Dilansir dari Reuters, sebuah penelitian di Spanyol menemukan bahwa menyuntikkan vaksin Pfizer-BioNTech kepada orang yang telah divaksin AstraZeneca sangat aman dan efektif, menurut hasil awal.

Sekitar 835 ribu dosis vaksin AstraZeneca dari COVAX dijadwalkan tiba pada akhir Juni. Rencananya, vaksin itu akan digunakan terutama sebagai dosis kedua untuk sekitar 760 ribu petugas medis yang telah disuntik dosis pertama pada bulan April.

Namun, pengiriman itu tertunda dan baru akan tiba paling cepat bulan Juli. Cadangannya pun telah digunakan untuk peserta vaksin yang partisipasinya melebihi harapan.

Lebih dari 27 persen dari 52 juta penduduk Korea Selatan telah disuntik 1 dosis COVID-19 pada Kamis (17/6). Berkat itu, Negeri Ginseng diperkirakan dapat memenuhi target 70 persen pada September dan mencapai kekebalan kelompok sebelum November.

Baca Juga: Penelitian Ini Buktikan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Ampuh Cegah Rawat Inap hingga 92 Persen

Korea Selatan bulan lalu mengatakan akan melakukan uji klinis yang mencampur dosis COVID-19 dari AstraZeneca dengan dosis dari Pfizer-BioNTech dan lainnya. Sejauh ini, mereka telah menjalankan uji coba pada 100 petugas medis untuk memeriksa pembentukan antibodi dan efek kekebalan lainnya, menurut Direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kora (KDCA) Jeong Eun-kyeong pada Kamis (17/6).

Korea Selatan telah melaporkan 507 infeksi baru pada Rabu (16/6) tengah malam. Total kasusnya kini mencapai 150.238 dengan jumlah kematian 1.996 sejak pandemi dimulai, menurut KDCA.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co