News

Korban Tewas Banjir Australia Naik jadi 17, Sydney Hadapi Lebih Banyak Hujan

Korban Tewas Banjir Australia Naik jadi 17, Sydney Hadapi Lebih Banyak Hujan
Banjir besar dilaporkan masih terjadi di beberapa daerah di barat Sydney di sepanjang Hawkesbury River (AFP/Nikki Short)

AKURAT.CO  Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di bagian timur Australia telah naik menjadi 17 orang. Perkembangan terbaru ini datang di tengah situasi Sydney yang masih terus digempur hujan lebat selama seminggu terakhir. Pada Minggu (6/3), kota terpadat Australia itu bersiap menghadapi lebih banyak hujan.

Diwartakan Reuters, cuaca ekstrem telah membuat Australia menyaksikan hujan dengan curah hujan tak biasa, dengan intensitas selama satu minggu sama besarnya dengan hujan setahun lebih. Kondisi tak biasa ini terjadi  di Queensland selatan dan utara New South Wales (NSW). Hujan dengan intensitas tinggi ini telah membawa kehancuran yang meluas di dua negara bagian itu, membuat ribuan orang mengungsi, menyapu harta benda warga, ternak, dan jalanan.

Kepolisian pun mengonfirmasi 17 orang tewas sejak banjir dimulai. Di antara korban itu termasuk seorang wanita di Queensland, yang  jenazahnya ditemukan pada hari Sabtu (5/3).

baca juga:

Menyusul itu, Biro Meteorologi (BoM) NSW, mengumumkan bahwa sistem cuaca baru yang terjadi bisa kembali memicu membawa hujan, dan meningkatkan risiko banjir.

"Fokus curah hujan terberat, dan sungai dengan risiko terbesar, adalah yang membentang dari Greater Sydney ke Sungai Hunter dan Manning, di mana banjir sedang hingga besar mungkin terjadi," kata pengawas banjir BoM dalam sebuah pernyataan.

Sementara banjir masih mengancam, pembersihan besar-besaran terus dilakukan di ibu kota Queensland, Brisbane, dan daerah sekitarnya. Upaya pembersihan ini setidaknya berlanjut hingga akhir pekan, usai hujan deras turun berhari-hari dan membanjiri ribuan properti.[]