Ekonomi

Korban PHK Massal Startup Lebih Butuh Pekerjaan Baru Ketimbang Dikasih BLT

Korban PHK Massal Startup Lebih Butuh Pekerjaan Baru Ketimbang Dikasih BLT
Ilustrasi (Forbes)

AKURAT.CO Pemerintah harus memberikan bantuan yang layak bagi mantan karyawan perusahaan startup yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudistira, menyebut salah satu bantuan yang paling dibutuhkan adalah lowongan alias pekerjaan baru.

“Pemerintah tidak hanya memberikan bantuan langsung tunai atau BLT, karena BLT itu untuk kategori yang sudah miskin. Sementara yang di-PHK dari startup itu butuh pekerjaan. Yang seharusnya dilakukan pemerintah itu menyerap para tenaga kerja yang sebelumnya terkena PHK,” kata Bhima kepada AKURAT.CO, Jumat (25/11/2022).

baca juga:

Menurutnya, para korban PHK startup adalah orang-orang yang terdidik dan memiliki keahlian tertentu. Kehadiran mereka dibutuhkan dalam rangka transformasi digital yang digaungkan pemerintah. 

“Karena mereka sudah terbukti skill-nya memang dibutuhkan untuk transformasi digital, itu yang bisa dilakukan," jelasnya.

Selain lapangan pekerjaan, pemerintah juga dapat membantu para korban PHK dengan bantuan subsidi upah (BSU).

"Korban PHK dari sektor padat karya yang upahnya relatif rendah bisa dibantu dengan lewat subsidi upah yang jauh lebih besar,” jelas ekonom muda ini.

BSU seharusnya tidak hanya menyasar pekerja padat karya yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga harus membantu mereka yang tidak memiliki BPJS Ketenagakerjaan.

“Sektor padat karya yang informal ini juga harus dilindungi oleh bantuan subsidi upah,” lanjut Bhima.