Olahraga

Korban Pelecehan Presiden Federasi Sepakbola Haiti Mengaku Diancam Dibunuh


Korban Pelecehan Presiden Federasi Sepakbola Haiti Mengaku Diancam Dibunuh
Presiden Federasi Sepakbola Haiti (FHF), Yves Jean-Bart (biru), saat meninggalkan kantor kejaksaan di Crois-Des-Bouquets, Haiti, 14 Mei lalu. (REUTERS/Jeanty Junior Augustin)

AKURAT.CO, Sejumlah korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Presiden Federasi -Sepakbola Haiti (FHF), Yves “Dadou” Jean-Bart, mengaku menerima ancaman pembunuhan sejak kasus ini diangkat ke publik. Otoritas Haiti disebut membuka penyelidikan terhadap tuduhan ancaman ini.

Sebagaimana dikabarkan The Guardian, seorang korban mengaku harus pindah rumah dengan terburu-buru karena ancaman tersebut. Padahal, pemain tersebut kini tinggal di luar Haiti.

“Gangster menghubungi kami,” kata korban lain yang tak mau disebutkan namanya. “Jika kami bicara (tentang pelecehan seksual), mereka tahu di mana paman, bibi, dan sepupu kami berada.”

Bulan lalu, sejumlah media internasional memberitakan dugaan bahwa Jean-Bart memaksa beberapa pemain Tim Nasional Putri Haiti yang tinggal dan berlatih di Centre Technique National di Croix-Des-Bouquets, Haiti, untuk berhubungan seks dengannya dalam lima tahun terakhir.

“Mereka memaksa beberapa pemain untuk mengatakan hal-hal yang baik tentang presiden karena sebaliknya mereka akan menyerang anggota keluarga yang tinggal di Haiti,” ucap seorang bekas pelatih di pusat pelatihan nasional itu.

Bukan hanya itu, Jean-Bart juga disebut bertanggungjawab atas anak yang dilahirkan oleh sejumlah pemain putri. Seorang pemain menyebut bahwa tindakan Jean-Bart bukan sekadar pelecehan seksual, tapi juga penyelewengan moral dan ekonomi.

Jean-Bart sendiri membantah tuduhan tersebut. Juru bicara FHF menyebut tudingan ini tak berdasar dan berusaha untuk menyingkirkan presiden mereka dari jabatannya.

“Memalukan The Guardian secara persis mengulang tuduhan tak bersumber untuk meragukan dan membunuh karakter seseorang yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menolong kesuksesan para pemain muda,” ucap juru bicara tersebut. “Dr Jean-Bart dan federasi akan bersiap untuk pembebasan penuh.”   

FIFA sendiri menyatakan bahwa komite etiknya telah menunjuk panel ad hoc untuk melakukan penyelidikan dugaan ini. Kode etik di FIFA memiliki hak untuk menskors subyek yang diselidiki selama 90 hari untuk menghindari campur tangan dalam penyelidikan.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu