News

Korban Meninggal Kebakaran Gedung Cyber Bertambah Jadi Dua

Korban meninggal dalam keadaan gosong


Korban Meninggal Kebakaran Gedung Cyber Bertambah Jadi Dua
Evakuasi korban kebakaran Gedung Cyber1, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2021). (@humasjakfire)

AKURAT.CO - Jumlah korban jiwa dalam kebakaran Gedung Cyber 1 di Kuningan, Jakarta Selatan, bertambah menjadi dua. Muhammad Redzuan Khadafi usia 18 tahun. Sebelumnya dilaporkan satu orang yang meninggal dunia.

"Keduanya meninggal dalam keadaan gosong," kata Humas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Mulat Wijayanto dalam keterangannya, Kamis (2/12/2021).

Korban meninggal dunia bernama Muhammad Redzuan Khadafi, 18 tahun. Redzuan meninggal akibat kepulan asap yang dihirup terlalu banyak saat berada di dalam ruangan.

baca juga:

Redzuan dan Seto Fachrudin yang terlebih dahulu dikabarkan meninggal adalah warga Depok dan karyawan PT Abinawa. Keduanya tengah melakukan kunjungan ke Gedung Cyber 1. 

Berdasarkan kartu tanda penduduk, Seto beralamat di Gang Anggrek Gas Alam, Kelurahan Curug, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Adapun Redzuan beralamat di KP Tipar, Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

"Meninggal (akibat) kepulauan asap. (Seto) meninggal di lokasi, yang satunya lagi (Ridzuan) meninggal ketika di bawa ke RSUD Mampang," lanjut Mulat.

Kebakaran terjadi di Gedung Cyber 1 di Jalan Kuningan Barat Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2021) siang. Dikutip dari Twitter @humasjakfire, laporan kebakaran itu diterima pada pada pukul 12.34 WIB.

Gedung Cyber sendiri merupakan salah satu tempat menaruh server/data center bagi sejumlah perusahaan teknologi Indonesia, termasuk penyedia web hosting, perusahaan software, hingga penyelenggara jasa internet Indonesia. 

Untuk memadamkan amukan si jago merah, Gulkarmat mulanya menerjunkan empat unit mobil pemadam kebakaran dan 14 personel. Kemudian ditambah menjadi 22 unit mobil dengan 100 personel.

Penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek listrik. Adapun nilai kerugian hingga saat ini belum dapat diprediksi.[]