News

Korban Meninggal Gempa Cianjur Jadi 162 Orang, 25 Lainnya Masih Tertimbun Reruntuhan

Korban Meninggal Gempa Cianjur Jadi 162 Orang, 25 Lainnya Masih Tertimbun Reruntuhan
Korban gempa menjalani perawatan di RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil, melaporkan hingga pukul 21.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Senin (21/11/2022), mencapai 162 orang. 

"Dari call center BPBD Cianjur, korban bertambah di mana yang meninggal 162 jiwa,' kata Ridwan Kamil melalui akun Instagram pribadinya.

Sementara itu, korban luka-luka yang tercatat saat ini mencapai 326 orang.

baca juga:

Ridwan Kamil menambahkan, mayoritas korban meninggal dunia merupakan anak-anak karena banyak yang sedang berada di gedung madrasah saat gempa terjadi.

Penanganan para korban gempa dilakukan di tiga rumah sakit yakni RSUD Sayang, RSUD Cimacan dan RS Bhayangkara Cianjur.

"Di beberapa titik lokasi karena cuaca gelap, lampu mati, akses terputus diduga masih ada warga yang hilang dan terperangkap ambruk, sehingga kami menduga jumlah korban akan bertambah dalam hitungan waktu," jelas Ridwan Kamil. 

Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban meninggal tersebar di Desa Rancagoong di Kecamatan Cilau, Desa Limbagansari di Kecamatan Cianjur, dan Kecamatan Cugenang.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, sebanyak 25 orang masih tertimbun runtuhan bangunan di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. Warga mengungsi dilaporkan sebanyak 13.784 orang yang tersebar di beberapa titik. 

Sementara untuk kerusakan infrastruktur, di Kabupaten Cianjur sendiri tercatat sebanyak 2.345 rumah rusak, satu unit pondok pesantren rusak berat, satu RSUD Cianjur rusak ringan, delapan gedung pemerintah rusak, 10 unit sarana pendidikan rusak dan tiga unit sarana ibadah rusak. Gempa juga menyebabkan longsor yang menutup jalan lintas provinsi di Kabupaten Cianjur.

Selain di Kabupaten Cianjur, kerusakan infrastruktur juga tercatat di Kabupaten Bogor sebanyak 46 rumah rusak, Kabupaten Sukabumi 443 rumah rusak dan di Kota Sukabumi sebanyak 14 unit rumah rusak. 

BPBD setempat juga masih terus melakukan pendataan terkait jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Sementara itu, terdapat pula kebutuhan mendesak di lapangan seperti 20 unit tenda, alat berat untuk evakuasi, 10 unit penerangan, 100 unit velbed dan BBM.

"Gempa susulan masih dirasakan di lapangan meski dengan kekuatan lebih kecil dari gempa sebelumnya," kata Muhari.