News

Korban Keracunan Nasi Kotak PSI Lapor Polisi

Terlapor disangkakan melanggar UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 360 KUHP.


Korban Keracunan Nasi Kotak PSI Lapor Polisi
Suasana RSUD Koja (Tangkapan layar video instagram jakut.info)

AKURAT.CO, Warga yang keracunan usai menyantap rice box atau nasi kotak yang diberikan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melapor ke polisi.

"Alhamdulillah sudah dilaporkan oleh kami dan diterima dengan baik oleh Polres Jakarta Utara," kata Anton dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (26/10/2021). 

Dia yakin laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan tuntas oleh pihak kepolisian.

"Kami percaya dengan kualitas penyidik dari pimpinan Kombes Guruh sebagai Kapolres Jakarta Utara," ujarnya.

Korban dalam hal ini dua anak bernama Dina Minatta dan Maya Minatta yang dalam pelaporannya diwakili oleh Anton. Kedua korban saat ini belum pulang dari rumah sakit. Mereka sempat muntah berkali-kali dan diinfus saat di RSUD.

Laporan warga teregister dengan Nomor Laporan: LP/B/684/X/2021/SPKT/Polres Metro Jakarta Utara tertanggal 25 Oktober 2021.

Terlapor yang masih dalam penyelidikan, disangkakan melanggar UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 80 dan 81 KUHP. Kemudian UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 360 KUHP.

Total 23 warga Koja, Jakarta Utara, keracunan usai menyantap nasi kota berlogo PSI, Minggu (24/10) kemarin. Korban terdiri dari 5 anak-anak, 7 wanita, 11 laki-laki. Selain muntah dan mual, mereka juga ada yang mengalami pusing serta kejang-kejang.

Kejadian bermula saat sejumlah kader PSI mendatangi RW 06 Kelurahan Koja, Jakarta Utara pada Minggu sore. Mereka membagi-bagikan makanan nasi box dengan menu sederhana yakni nasi putih, tempe orek, dan telur. Ada 80 rice box yang dibagikan. Awalnya, warga antusias dan senang dengan pembagian nasi kota itu. 

Mereka menyantap makanan dengan lahap, termasuk diantaranya anak-anak. Namun satu jam setelah menyantap mereka mengeluh sakit perut, pusing, mual hingga ada yang kejang-kejang.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI DKI Jakarta Michael Viktor Sianipar mengakui kader PSI Jakarta memang membagi-bagikan rice box. Atas kejadian itu dia meminta maaf. 

"PSI tidak membuat makanan yang dibagikan dalam bentuk rice box tersebut. Kami membagikan dan menghimpun dukungan program rice box ini dari publik bekerjasama dengan warung-warung UMKM," kata Michael.[]