News

Korban Kecelakaan Kereta Api Taiwan Capai 51 Orang, Tersangka Justru Dibebaskan

Dalam perkembangan terbaru, tersangka yang diduga jadi penanggung jawab kecelakaan justru dilaporkan telah bebas


Korban Kecelakaan Kereta Api Taiwan Capai 51 Orang, Tersangka Justru Dibebaskan
Tim penyelamat bekerja di lokasi sehari setelah kereta yang mematikan tergelincir di terowongan di utara Hualien, Taiwan pada Sabtu (3/4) (REUTERS/Ann Wang)

AKURAT.CO, Kasus kecelakaan kereta api Taiwan terus berlanjut. Namun, dalam perkembangan terbaru, tersangka yang diduga jadi penanggung jawab kecelakaan justru dilaporkan telah bebas.

Mengutip CNA, tersangka diidentifikasi sebagai Lee Yi-hsiang. Ia adalah manajer konstruksi di mana truk pegawainya dipercaya jadi penyebab kecelakaan kereta api di terowongan di utara kota Hualien.

Kecelakaan pada hari Jumat (2/4) itu adalah kecelakaan kereta api terburuk di Taiwan selama tujuh dekade terakhir. Laporan kemudian mengungkap bagamaimana sebelum tergelincir dan terhimpit di terowongan, kereta berpenumpang 350 orang itu sempat menabrak truk.

Dijelaskan pula bagaimana truk itu kemudian meluncur ke tepi sungai di samping rel, tidak jauh dari lokasi pembangunan. Lee yang jadi manajer pun lantas dituding telah gagal mengaktifkan rem truk dengan benar.

Sebelumnya otoritas juga telah meyakini bahwa insiden memang ada kaitannya dengan truk yang 'tidak diparkir' dengan benar di jalur kereta. Analisis ini ikut didukung oleh keterangan dinas pemadam kebakaran yang menunjukkan foto puing-puing truk.

Setelahnya, jaksa bergegas mengajukan kasus truk ini ke pengadilan. Di sana, Lee dituduh telah menyebabkan kematian karena kelalaian, seperti dilaporkan oleh seorang pejabat kementerian kehakiman pada Sabtu (3/4). Saat itu, pengadilan juga mengatakan bahwa truk yang jatuh ke jalur kereta mungkin karena kelalaian.

Namun tidak lama setelah itu, pengadilan di Hualien justru membebaskan Lee dengan jaminan sebesar 500 ribu dolar Taiwan (Rp254,6 miliar). Meski dalam hal ini, Lee tetap masih harus menaati pembatasan untuk tidak meninggalkan Taiwan selama delapan bulan dan ia wajib tinggal di Hualien. Tak ayal, putusan baru dari pengadilan ini akhirnya memicu kontroversi hingga permintaan banding.

Kepala kantor kejaksaan Hualien, Yu Hsiu-duan misalnya, telah mengaku akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

"Pengadilan mengatakan tidak ada alasan untuk menahannya. Pengadilan mengubahnya menjadi jaminan 500 ribu dolar Taiwan," ucap Yu.

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu