News

Korban Filler Payudara Abal-abal Mengaku Menyesal Seumur Hidup

Korban Filler Payudara Abal-abal Mengaku Menyesal Seumur Hidup


Korban Filler Payudara Abal-abal Mengaku Menyesal Seumur Hidup
Suntik filler (AKURAT.CO/Miftahul Munir)

AKURAT.CO Wanita berinisial D menyesal seumur hidup paska penyuntikan filler payudara yang gagal tersangka STR alias SR. Sebab, bukan payudara besar dan seksi yang ia dapatkan, tapi rasa sakit dan malu yang ia alami seumur hidupnya.

"Jika waktu bisa diputar kembali, Dila pastinya tidak mau melakukan perubahan bentuk tubuh yang sudah diberikan oleh Tuhan secara sempurna," tegas D kepada AKURAT.CO Kamis (8/4/2021).

Setiap malam ia hanya bisa menangis, menyesali perbuatan ingin mengubah pemberian Tuhan dan menahan rasa sakit dari cairan filler yang terus keluar dari lubang suntikan.

"Iya sangat-sangat menyesal dan kalau waktu bisa diulang gak akan rasain ini," ucapnya.

D bahkan mengaku hampir putus asa dan pasrah jika harus kehilangan payudaranya.

Terlebih, ia bersama temannya itu tidak mendapat ganti rugi apapun pelaku, baik untuk biaya ke rumah sakit atau hanya sekedar berobat.

"Karena saya dan teman saya sempat putus asa juga di waktu kita alamin sakit. Kita sakit demam menggigil, kesakitan itu benar-benar hampir putus asa temen saya juga sudah hampir nyerah. Sempat saya ada itikad baik datang ke rumah pelaku," terangnya.

Ketika bertemu dengan pelaku, ia sudah menerangkan bahwa akibat suntikan itu ia mengalami infeksi. STR kemudian menjanjikan pengobatan tapi tidak sepenuhnya dan itu sejatinya diterima baik oleh Dila.

"Kami juga sudah konsul ke banyak dokter. Karena kita pengen tahu pembicaraan sama atau enggak dan omongan dokter semua sama kita mau gak mau harus di operasi harus diangkat dan butuh biaya minimal Rp88 juta itu baru perkiraan," ungkapnya.

"Kami minta tanggungjawab pelaku, datang ke rumahnya tapi si pelaku sanggup, tapi tidak banyak hanya beberapa saja. Dari pihak kami oke gak apa asal mau tanggungjawab selebihnya uang pribadi tapi setelah di kasih waktu 2 Minggu, pas di 2 Minggu kami dateng orang sudah kabur," terangnya.

Karena sudah ada perjanjian dengan pelaku, ia tidak memiliki rasa curiga STR bakal kabur dari tanggungjawabnya. Sehingga ia tidak pernah mencari, tapi ia sudah berbicara kalau dari batas waktu yang sudah disepakati tidak ada itikad baik, maka akan di laporkan ke Polisi.

"Saya sih gak nyari karena saya bicara kalau pelaku gak tanggungjawab maka diserahkan ke pihak berwajib. Dia kabur, saya serahkan ke Polres Metro Jakbar dan tidak lama pelaku ditemukan," tutup dia.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu