Lifestyle

Kopi Bikin Anak Jadi Bodoh, Mitos atau Fakta?

Anak-anak memang sebaiknya menghindari kopi


Kopi Bikin Anak Jadi Bodoh, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi - Anak minum kopi (Getty Images/Roberto Westbrook)

AKURAT.CO Kopi telah dikaitkan dengan manfaat kesehatan pada orang dewasa tetapi, untuk anak-anak, ini mungkin lebih baik dihindari. Anak kecil lebih berisiko mengalami hasil kesehatan negatif dari kafein karena memiliki massa tubuh yang lebih sedikit, dan tubuh mereka tidak mahir dalam memproses kafein, dilansir Very Well Family

Pada orang dewasa, dosis kecil dari kafein mungkin tidak akan terlalu berpengaruh. Namun, pada anak kecil itu bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada anak seperti gejala mual atau sakit perut.

Tak hanya itu saja, bagi orang dewasa, kafein bermanfaat untuk menambah energi dan meningkatkan konsentrasi. Di sisi lain, kafein cenderung membuat anak menjadi hiperaktif, gelisah dan sulit berkonsentrasi. Sementara dosis kafein yang sangat tinggi dapat menyebabkan kejang dan serangan jantung, yang dapat menyebabkan kematian, khususnya anak yang memiliki penyakit jantung bawaan dan gangguan saraf.

Adapun kafein dalam jangka panjang bisa membuat anak kurang gizi karena kopi tidak mengandung vitamin dan mineral, yang dibutuhkan anak pada masa pertumbuhannya. Kopi juga seringkali menurunkan nafsu makan, sehingga anak tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya dari makanan.

Lebih lanjut, menurut International Journal of Environmental Research and Public Health, terdapat lebih dari 5000 penelitian yang menyimpulkan efek negatif kafein pada anak, termasuk menghambat proses pertumbuhannya. Ya, sejumlah penelitian membuktikan jika kafein bisa mengganggu penyerapan kalsium, serta zat besi yang dibutuhkan untuk mengirim oksigen ke otak anak.  

“Tapi efek buruk kopi bila diminum berlebihan adalah menekan penyerapan zat besi dan kalsium, vitamin D, vitamin A, tubuh kehilangan cairan karena kencing berlebihan. Anak pun bisa kurang gizi,” kata Dr. dr. Sri Mulatsih, SpA(K), dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UGM/RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, dikutip AKURAT.CO pada Kamis (14/10/2021). 

Meski begitu, tidak ada klaim atau bukti bahwa kopi membuat anak menjadi bodoh. Pasalnya,  para ilmuwan sendiri sama sekali tidak tahu apa efek jangka panjang kafein pada otak yang sedang berkembang, terutama pada masa balita.

"Saya tidak melihat alasan mengapa anak kecil harus mengonsumsi kafein. Kami tidak tahu bagaimana kafein mempengaruhi perkembangan otak pada anak-anak atau remaja," kata Terry Cralle, seorang perawat dan anggota Better Sleep Council.

Efek samping kafein lainnya yang tidak boleh dianggap sepela adalah membuat  anak hiperaktif, dan kesulitan untuk tidur. Seperti diketahui anak usia 5 hingga 12 membutuhkan setidaknya 11 jam tidur per hari untuk mendukung pertumbuhan mereka. Sementara kafein dapat bertahan dalam tubuh hingga delapan jam. Ini tentu akan mengganggu tidur Si Kecil yang sebenarnya dibutuhkan untuk pertumbuhannya.