Lifestyle

Kontrol Gula Darah, Ini Kebiasaan Sarapan Terbaik untuk Penderita Diabetes

Kebiasaan sarapan yang baik adalah salah satu kunci mengontrol kadar gula setiap hari


Kontrol Gula Darah, Ini Kebiasaan Sarapan Terbaik untuk Penderita Diabetes
Ilustrasi - Kebiasaan sarapan terbaik untuk penderita diabetes, bisa kontrol gula darah seharian ()

AKURAT.CO, Penderita diabetes atau prediabetes, mengontrol kadar gula darah adalah fokus utama.

Ada banyak faktor dalam mengelola gula darah, seperti berolahraga secara teratur dan makan makanan yang sehat. 

Salah satu pola hidup sehat yang wajib dipertimbangkan adalah kebiasaan sarapan terbaik.

baca juga:

"Jika kadar gula darah terlalu tinggi, dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti diabetes. Itulah mengapa sangat penting untuk menjaga kadar gula darah yang sehat. Makan makanan yang seimbang dan berolahraga secara teratur dapat membantu menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang sehat," kata dokter Tomi Mitchell, dikutip AKURAT.CO, Senin (27/6/2022). 

Menurut ahli diet Rachel Fine, RDN, mengonsumsi cukup serat larut di pagi hari adalah komponen penting dalam menurunkan kadar gula darah.

Makanan kaya serat menghasilkan peningkatan glukosa darah yang lebih stabil dan berkelanjutan. In tentu juga mampu mencegah lonjakan glukosa darah jika kamu menderita diabetes. 

"Oatmeal dan sereal sarapan gandum adalah sumber makanan dengan serat larut. Ketika dicerna, serat larut membuat zat seperti gel yang berjalan melalui saluran pencernaan, memperlambat pemanfaatan gula secara keseluruhan dalam aliran darah," kata Fine.

Selain makanan kaya serat, menambahkan sumber protein nabati yang sehat ke dalam sarapan dapat membantu menyeimbangkan nutrisi.

Kombinasi ini akan membuat kamu merasa kenyang lebih lama.

Justine Chan, MHSc, RD, CDE, Certified Diabetes Educator mengatakan, mengombinasikan makanan sarapan yang banyak mengandung karbohidrat dengan sumber protein membantu mengontrol gula darah.

Pasalnya, kamu tidak mengisi hanya dengan karbohidrat, dan makanannya lebih lambat dicerna.

"Ketika pencernaan tertunda, gula memasuki aliran darah secara lebih bertahap, menyebabkan penurunan berat badan," kata Chan.

Namun, penting untuk memperhatikan jenis protein yang kamu konsumsi. Meskipun protein nabati dapat membantu glukosa darah seseorang, sebuah studi dari 2016 menemukan bahwa terlalu banyak protein hewani memiliki efek sebaliknya dan menyebabkan peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Ingat, memantau gula darah  adalah cara terbaik untuk mengetahui kondisi diabetesmu, serta memberi informasi tentang cara mengelola diabetes setiap hari.

Jika gula darah terlalu rendah atau terlalu tinggi, penyedia layanan kesehatan mungkin ingin menyesuaikan pola makan, jadwal olahraga, atau jumlah obat yang diminum.

"Jika  menderita diabetes, kamu mungkin perlu minum obat untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Dengan menjaga gula darah, kamu dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mencegah masalah kesehatan yang serius di kemudian hari," pungkas Mitchell.[]