News

Kontribusi Ilmu Humaniora dalam Tanggapi Pandemi Covid-19

Ilmu Humaniora didorong untuk berkontribusi lintas bidang keilmuan. Tujuannya agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam menanggapi pandemi Covid-19. 


Kontribusi Ilmu Humaniora dalam Tanggapi Pandemi Covid-19
Ilustrasi virus corona (Pixabay/@Tumisu)

AKURAT.CO Ilmu Humaniora didorong untuk berkontribusi lintas bidang keilmuan. Tujuannya agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam menanggapi pandemi global Covid-19. 

Peran penting ilmu humaniora ini mengemuka dalam International Conference on Humanities and Social Science atau ICHSS) 2021 yang digelar pada Selasa-Rabu (26-27 Oktober 2021). Adapun temanya “The Opportunities of Crisis: International Experiences and Best Practices in the Time of Covid-19 and Beyond in Society 5.0”.

"Tema tersebut sangat kontekstual dengan kondisi saat ini dan mengingatkan situasi pandemi ini telah mengubah peradaban global secara drastis dan tidak terprediksi sebelumnya," kata Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) Prof Budi Susilo Soepandji dalam acara tersebut yang digelar secara virtual, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Budi menuturkan, beberapa cendekiawan dan tokoh sebenarnya telah memprediksi akan adanya perubahan pesat di peradaban manusia. Namun, tak satupun dari mereka yang memprediksi pandemi akan mempengaruhi percepatan dari perubahan itu sendiri. 

Mengutip dari buku dari mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Al Gore, yang berjudul The Future: Six Drivers of Global Change, Budi memaparkan, ada enam faktor yang memicu terjadinya perubahan secara global di masa depan, yakni eskalasi globalisasi ekonomi, pesatnya perkembangan komunikasi digital dan jaringan internet, menurunnya peran AS sebagai pemimpin global, akumulasi dampak kerusakan lingkungan dan berkurangnya sumber daya alam yang vital bagi umat manusia, pesatnya perkembangan bioteknologi dan ilmu hayati, dan ketidakharmonisan antara peradaban manusia dan sistem ekologi. 

“Di sini terlihat bahwa Al Gore tidak memprediksi bahwa pandemi menjadi salah satu faktor yang mendorong percepatan dari perubahan global,” katanya dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Menurut Budi, pandemi membuat masyarakat kurang memiliki interaksi fisik dibandingkan sebelumnya. Dalam konteks yang lebih luas, menurutnya, hal ini memicu pertanyaan mendasar tentang apa kontribusi yang dapat diberikan Ilmu Humaniora untuk menanggapi situasi saat ini. 

Ia berharap melalui konferensi ini civitas academica global dari Hubungan Internasional, Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi, Pendidikan, dan Biodiversity dapat berbagi pandangan dan ilmu yang berharga untuk bertahan dalam kondisi sekarang.

“Saya percaya bawa kita berbagi harapan yang sama, konferensi ini akan berkontribusi pada peningkatan penelitian juga praktik pada Ilmu Humaniora,” terangnya.