Olahraga

Kontingen Olimpiade Berangkat Lima Kloter, Bulutangkis Pertama Atletik Terakhir

Kontingen bulutangkis akan terbang ke Olimpiade Tokyo 2021 pada 8 Juli sebagai kloter pertama ditutup atletik pada 24 Juli.


Kontingen Olimpiade Berangkat Lima Kloter, Bulutangkis Pertama Atletik Terakhir
Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan saat latihan di mess Kwini Marinir, Jakarta, Senin (3/12/2018). Eko menargetkan medali emas Olimpiade 2020 di nomor 61 kg yang akan berlangsung di Tokyo, China. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tetap bertahan pada jadwal keberangkatan kontingen Olimpiade Tokyo 2020 yang sudah ditetapkan semula. Atlet dan tim pendukung akan berangkat secara bertahan dalam periode 8-24 Juli.

Sekretaris Jenderal KOI, Ferry J Kono, mengatakan bahwa keberangkatan dibagi ke dalam lima kloter. Kloter pertama adalah cabang bulutangkis pada 8 Juli karena akan melakukan pemusatan latihan terlebih dulu di Kumamoto sebelum pertandingan pertama pada 24 Juli.

Kloter kedua adalah tim panahan, menembak, dayung, selancar, angkat besi, dan renang yang akan terbang serentak pada 17 Juli. Tiga hari kemudian adalah keberangkatan Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari serta Pemimpin Misi (CdM) Rosan P Roeslani ditutup dengan tim atletik pada 24 Juli.

“Berdasarkan jadwal itu kami sebenarnya sudah memberikan waktu luang lima hari sehingga tetap memiliki waktu karena rata-rata atlet Indonesia bertanding 24 Juli. Jika pun ada perubahan, mungkin yang harus dipikirkan adalah kloter terakhir,” kata Ferry sebagaimana dipetik dari Antara, Jumat (2/7).

“Yang terpenting kami ingin membuat Kontingen Indonesia aman saat masuk Tokyo dan berada di sana sehingga kita bisa memberikan kenyamanan bagi semuanya, baik masyarakat lokal dan seluruh pihak yang berpartisipasi di Olimpiade Tokyo.”

Total, Indonesia mengirimkan 84 delegasi ke Tokyo 2020 di mana 54 di antaranya adalah atlet dan ofisial. Sementara sisanya merupakan tim dokter, ahli pijat (masseur), dan atase (pejabat kedutaan).

Adapun total Indonesia mengirimkan 28 atlet yang tersebar di delapan cabang olahraga. Seperti biasa, bulutangkis adalah cabang andalan dengan sebelas atlet sebagai wakil terbanyak.

Diikuti angkat besi dengan Eko Yuli Irawan sebagai peraih perak Olimpiade Rio De Janeiro 2016, panahan yang pernah mencetak sejarah dengan meraih perak di Olimpiade Seoul 1988 dengan empat atlet, renang dua atlet, atletik dua atlet, dayung dua atlet, menembak satu atlet, serta selancar satu atlet.

Sejauh ini, Indonesia masih berharap pada cabang bulutangkis untuk mempertahankan tradisi emas olimpiade. Namun, cabang angkat besi berpeluang menciptakan sejarah dengan meraih emas pertama di luar bulutangkis melalui Eko Yuli Irawan yang juga merupakan juara dunia.[]