Ekonomi

Konsumsi Rokok Ilegal Bikin Negara Rugi Sampai Rp53,18 Triliun

data dari Indodata, kerugian akibat konsumsi rokok ilegal mencapai Rp53,18 triliun yang kehilangan pendapatan dari negara terhadap cukai rokok


Konsumsi Rokok Ilegal Bikin Negara Rugi Sampai Rp53,18 Triliun
Hasil Survei Rokok Ilegal di Indonesia, Jakarta (24/10/2021). ()

AKURAT.CO Menurut data dari Indodata, kerugian akibat konsumsi rokok ilegal mencapai Rp53,18 triliun yang kehilangan pendapatan dari negara terhadap cukai rokok.

" Estimasi prediksi potensi besaran pendapatan negara yang hilang akibat peredaran rokok ilegal adalah sebesar Rp53,18 triliun," ujar Direktur Eksekutif Indodata Danis Tri Saputra Wahidin saat Hasil Survei Rokok Ilegal di Indonesia, Jakarta (24/10/2021).

Ia mengatakan excess demand rokok ilegal sudah mencapai 127,53 miliar batang menurut data susenas pada 2020. 

Berdasarkan survei Indodata mayoritas responden tidak mengonsumsi rokok yang tidak bercukai yaitu sebanyak 71,88 persen. Sedangkan, sisanya 28,12 persen menjawab mengonsumsi rokok yang tidak bercukai. 

Danis mengatakan data ini memperlihatkan bahwa konsumsi rokok yang tidak bercukai meningkat dari penelitian sebelumnya. Dengan rata-rata konsumsi rokok 16,5 batang/hari, minimal 1 batang/hari dan maksimal 25 batang/hari

"Jika kita konversi dengan kerugian negara bisa mencapai Rp53,18 triliun, karena estimasi konsumsi rokok ilegal mencapai 127,53 miliar batang," ungkapnya.

Ia menjelaskan peningkatan konsumsi rokok ilegal yang hampir menyentuh 30 persen juga mempengaruhi kinerja dalam konsumsi rokok legal.

Penurunan dalam konsumsi rokok dapat menurunkan kinerja 5 sektor terkait, sepertitembakau olahan, tembakau, cengkeh, kertas, dan jasa professional, ilmiah, dan teknis.

Untuk itu, Danis menyarankan pemerintah melakukan kajian yang lebih komprehensif dan mendalam, khususnya terkait dampak yang ditimbulkan dari peningkatan dalam tarif cukai dan Harga Jual Eceran (HJE). Diantaranya terhadap aspek ekonomi dan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi rokok.