Ekonomi

Konsumsi Listrik China Lesu, Harga Batu Bara Acuan Maret Turun Jadi US$84,49 per Ton

Harga Batu Bara Acuan (HBA) Maret 2021 tercatat mengalami penurunan sebesar US$3,3 per ton pada perdagangan bulan Maret 2021 menjadi US$84,49 per ton.


Konsumsi Listrik China Lesu, Harga Batu Bara Acuan Maret Turun Jadi US$84,49 per Ton
Kapal pengangkut batubara melintasi Sungai Mahakam, Samarinda, Minggu (31/12). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan target produksi batubara tahun 2018 sebesar lebih dari 477 juta ton akan melampaui penetapan produksi batubara yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sebesar 406 juta ton. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/17.)

AKURAT.CO Harga Batu Bara Acuan (HBA) Maret 2021 tercatat mengalami penurunan sebesar US$3,3 per ton pada perdagangan bulan Maret 2021 menjadi US$84,49 per ton. Sebelumnya pada Februari 2021, HBA ditetapkan sebesar US$87,79 per ton atau melonjak sebanyak 15,7% dari bulan sebelumnya sebesar US$75,84 per ton.

Keputusan ini mempertimbangkan lesunya konsumsi listrik di China, sehingga berdampak pada minimnya permintaan batu bara ke negara tersebut.

"Setelah berakhirnya perayaan tahun baru Imlek dan menjelang berakhirnya musim dingin, konsumsi listrik di pusat-pusat bisnis China mulai lesu," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi lewat keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Agung menambahkan penurunan konsumi listrik dibarengi dengan kebijakan untuk meningkatkan produksi batu bara domestik di negara-negara tujuan ekspor. "Baik pemerintah China dan India mendorong peningkatan produksi batu bara dalam negeri untuk mengimbangi kebijakan relaksasi impor batu bara kedua negara tersebut," sambungnya.

Penurunan HBA ini merupakan kali pertama dalam lima bulan terakhir setelah mengalami kenaikan cukup signifikan akibat tekanan kuat akibat pandemi Covid-19, yaitu Oktober 2020 (US$51/ton), November 2020 (US$55,71/ton), Desember 2020 (US$59,65/ton), Januari (US$75,84/ton), dan Februari (US$97,79/ton).

"Setelah hampir setengah tahun mengalami reli, HBA terjadi koreksi," pungkas Agung.

Di samping faktor permintaan dan pasokan, perhitungan nilai HBA sendiri diperoleh dari rata-rata empat indeks harga batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Sebagai informasi, nilai HBA bulan Maret ini akan dipergunakan pada penentuan harga batu bara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel). []

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu