Ekonomi

Konsumsi BBM Pertamina Mulai Merangkak Naik Sejak New Normal


Konsumsi BBM Pertamina Mulai Merangkak Naik Sejak New Normal
Petugas melayani pengendara untuk melakukan pengisian bahan bakar di sebuah SPBU Pertamina di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (5/1/2020). PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis bensin dan solar pada 5 Januari 2020 pukul 00.00 waktu setempat. Penurunan harga ini berlaku untuk jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dextile. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) mencatat konsumsi BBM mulai merangkak naik menjadi rata-rata 114 ribu KL per hari sejak era new normal atau 8 Juni 2020. Namun, angka tersebut masih di bawah rerata normal Januari-Februari 2020 atau sebelum pandemi COVID-19 yang tercatat 135 ribu KL per hari.

Meski begitu, angka tersebut telah mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibanding pada masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan konsumsi BBM baik gasoline maupun gasoil sama-sama mulai mengalami peningkatan sejalan dengan beroperasinya sarana transportasi umum dan kendaraan pribadi, industri, perkantoran, dan juga pusat perbelanjaan serta pelaku UMKM.

“Jika selama PSBB, konsumsi BBM secara umum mengalami penurunan sekitar 26 persen, saat ini penurunannya berkurang menjadi sekitar 16 persen dibanding rerata konsumsi normal,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (27/6/2020).

Fajriyah menjelaskan, jelang semester II-2020 dengan kebijakan transisi new normal, konsumsi gasoline tercatat 78,82 ribu KL sementara konsumsi gasoil mencapai 34,99 ribu KL. 

“Untuk mendorong tingkat penjualan sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan tugas untuk menyediakan energi, Pertamina tetap mendistribusikan BBM ke seluruh pelosok negeri, sehingga seluruh SPBU tetap beroperasi melayani konsumen baik pada masa PSBB, New Normal maupun Normal. Selain itu, program promosi cashback dan Berbagi Berkah My Pertamina juga tetap berlanjut sebagai stimulus bagi konsumen,” papar Fajriyah. 

Menurut Fajiryah, sebagai BUMN, Pertamina mendapat amanah untuk menjaga ekosistem bisnis migas dalam kondisi apapun. Karena itu, seluruh bisnis Pertamina dari hulu, pengolahan hingga hilir tetap beroperasi meskipun harus menghadapi pandemi COVID-19 dan tantangan global lainnya. 

"Pemulihan ekonomi di sejumlah wilayah belum merata. Kami masih terus memantau perkembangan pandemi COVID-19. Namun untuk memastikan kebutuhan energi terpenuhi, Pertamina tetap menyediakan BBM di seluruh wilayah sesuai permintaan. Dengan pasokan yang tersedia dalam jumlah yang aman, Pertamina dapat berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi nasional dan selalu siap melayani masyarakat,” pungkas Fajriiyah. []