News

Konstruksi Tol Serpong-Balaraja Seksi 1 Paket 2 dan 3 Rampung Akhir 2021

Pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja saat ini tengah melakukan penyelesaian Seksi 1A sepanjang 5,15 Km yang terdiri dari 3 paket pekerjaan.


Konstruksi Tol Serpong-Balaraja Seksi 1 Paket 2 dan 3 Rampung Akhir 2021
Pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja. (Dok. Istimewa/KemenPUPR)

AKURAT.CO Pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja yang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Trans Bumi Serbaraja saat ini tengah melakukan penyelesaian Seksi 1A sepanjang 5,15 Km yang terdiri dari 3 paket pekerjaan.

Adapun konstruksi keseluruhan ditargetkan akan rampung pada tahun 2024.

Mengutip keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (1/9/2021), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja membentang sepanjang 39,4 Km atau yang dikenal dengan Jalan Tol Serbaraja.

Paket 1 (2,3 Km) masih dalam tahap pembebasan lahan, Paket 2 (0,95 Km) dengan progres mencapai 54,1 persen, kemudian Paket 3 (1,9 Km) progres mencapai 25,18 persen dan ditargetkan konstruksinya akan rampung pada akhir tahun 2021.

Jalan tol Serpong-Balaraja direncanakan akan memiliki 8 Simpang Susun (SS) yang bisa menjadi akses baru dari Serpong hingga Balaraja, yakni SS CBD, SS Industri, SS Legok, SS Mekar Jaya, SS Pasir Barat, SS Jambe, SS Cileles, dan SS Tigaraksa.

Konstruksi Tol Serpong-Balaraja Seksi 1 Paket 2 dan 3 Rampung Akhir 2021 - Foto 1
Jalan Tol Serpong-Balaraja

Keistimewaan Jalan Tol Serpong-Balaraja juga akan terkoneksi dengan sejumlah Jalan Tol lainnya, yaitu Jalan Tol Serpong-Ulujami yang juga terkoneksi dengan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 1 dan JORR 2. 

Sehingga nantinya akan semakin mempersingkat waktu tempuh dari Serpong BSD menuju Jakarta dan Merak, yang diharapkan semakin mengembangkan layanan logistik sekitar wilayah kawasan Tangerang-Serang-Cilegon Banten.

Tol Serpong-Balaraja terdiri atas 3 seksi, yakni seksi I (BSD-Legok) sepanjang 9,3 km, seksi II (Legok-Tigaraksa Selatan) 11,5 km, dan seksi III (Tigaraksa Selatan-Balaraja) 18,6 km dengan total nilai investasi sebesar Rp14,37 triliun dan biaya konstruksi sekitar Rp6,17 triliun.

Skema pembiayaan pembangunan tol ini merupakan salah satu contoh jalan tol yang diinisiasi oleh pihak swasta untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan jaringan jalan bebas hambatan. Ditargetkan konstruksi keseluruhan akan rampung pada tahun 2024.