News

Konstruksi Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Rampung, Tengok Penampakannya!

Konstruksi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta, telah selesai dibangun.


Konstruksi Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Rampung, Tengok Penampakannya!
Konstruksi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta, telah selesai dibangun. (Dok. Istimewa/KemenPUPR)

AKURAT.CO Konstruksi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta, telah selesai dibangun. Pengerjaan proyek ini sudah berlangsung sejak 15 Desember 2020.

Terowongan ini dibangun bertujuan untuk memfasilitasi ruang parkir bagi jamaah Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan, selain faktor keamanan pengguna, Terowongan Silaturahmi juga dibangun dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan bangunan. Hal ini lantaran bangunan Gereja Katedral sudah sangat tua.

“Bangunan Gereja Katedral sudah sangat tua dan merupakan cagar budaya, begitu juga dengan Masjid Istiqlal yang merupakan cagar budaya sehingga kita harus bangun suatu konstruksi yang benar-benar aman,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Diana menuturkan, saat pembangunan konstruksi juga melibatkan Direktorat Jenderal Bina Marga untuk masalah terowongan seperti sistem yang akan dibangun, fondasi, dan struktur bangunan.

“Kami juga memperhatikan utilitas-utilitas di atasnya agar jangan sampai terputus dan bermasalah,” tambah Diana.

Konstruksi Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Rampung, Tengok Penampakannya - Foto 1
Terowongan Silaturahmi Konstruksi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta, telah selesai dibangun. Dok. Istimewa/KemenPUPR

Terowongan Silaturahmi tersambung dengan basement parkir lantai 1 di Masjid Istiqlal yang dapat menampung 500 unit mobil. Kehadiran terowongan ini diharapkan dapat memudahkan jemaah kedua rumah ibadah ini untuk menggunakan lahan parkir secara bersama. 

“Kalau Jumat bisa digunakan jamaah Masjid Istiqlal, hari Minggu bisa digunakan jemaat Gereja Katedral Jakarta sehingga kita butuh terowongan. Untuk itu dinamakan Terowongan Silaturahmi, saling memberikan pertolongan untuk kebutuhan masing-masing,” ujar Diana.

Pembangunan Terowongan ini telah dimulai pada 15 Desember 2020 lalu dengan anggaran Rp37,3 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya, manajemen konstruksi PT Virama Karya dan perencana PT Yodya Karya.