Olahraga

Konsisten Sepanjang Musim, Stoffel Vandoorne Juara Dunia Formula E

Vandoorne menyegel gelar pertamanya di kejuaraan Formula E dengan 213 poin, unggulan 33 angka dari Mitch Evans dari tim Jaguar. 

Konsisten Sepanjang Musim, Stoffel Vandoorne Juara Dunia Formula E
Stoffel Vandoorne bersama dengan tim Mercedes EQ keluar sebagai juara dunia Formula E 2021-2022. (Twitter.com/MercedesEQFE)

AKURAT.CO, Pembalap Mercedes-EQ, Stoffel Vandoorne berhasil keluar sebagai juara dalam kejuaraan dunia balap Formula E 2021-2022. Kepastian itu didapat setelah pembalap asal Belgia itu menyelesaikan balapan kedua seri terakhir Seoul E-Prix, Korea Selatan, Minggu (14/8).

Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Jalan Raya Seoul, Vandoorne mengawali balapan dari posisi start keempat. Mantan pembalap F1 untuk tim McLaren itu kemudian mencapai garis finis sebagai runner-up, sekaligus menyegel gelar pertamanya di kejuaraan itu dengan 213 poin, unggulan 33 angka dari Mitch Evans dari tim Jaguar. 

Evans, yang memenangi balapan pertama pada Sabtu demi memangkas jarak menjadi 21 poin, finis pada urutan ketujuh setelah start dari P13 dalam grid

baca juga:

Adapun balapan kedua Seoul E-Prix kali ini dimenangkan oleh Edoardo Mortara dari tim Venturi, untuk mematri dirinya di peringkat tiga klasemen akhir Formula E 2021-2022 dengan 169 poin.

"Juara Dunia; wow. Ini hanya perasaan terbaik yang pernah ada,” ujar Vandoorne usai balapan, sebagaimana dikutip dari laman resmi FIA Formula E.

“Lihat saja musim yang kami miliki – konsistensi dan mobilnya luar biasa dan tim telah melakukan pekerjaan yang luar biasa – saya pikir setiap orang dari kami pantas mendapatkannya. Apa yang telah kami capai adalah sesuatu yang istimewa."

Sepanjang gelaran Formula E 2021-2022, Vandoorne memang menjadi salah satu pembalap yang selalu menyelesaikan balapan dalam 16 seri di musim ini, selain Robin Frijns dari tim Envision Racing.

Selain itu, Vandoorne juga terbilang sangat konsisten. Meskipun hanya sekali naik ke podium tertinggi ketika di seri keenam Monaco E-Prix pada Februari lalu, pembalap berusia 30 tahun itu konsisten finis di deretan baris terdepan dan nyaris selalu mendulang poin.

Vandoorne tercatat hanya sekali kehilangan poin, dan berhasil naik podium dalam tujuh seri selain di Monaco E-Prix. Yakni sekali di Diriyah (Arab Saudi), sekali di Roma (Italia), dua kali Berlin (Jerman), sekali di New York City (Amerika Serikat), sekali di London (Inggris), serta sekali di Seoul (Korsel), yang merupakan seri pamungkas.

Kemenangan Vandoorne ini kian istimewa karena timnya, Mercedes EQ juga menyegel titel konstruktor saat kejuaraan tersebut menutup musim kedelapan dengan balapan ke-100 dalam sejarahnya. 

Juara dunia konstruktor yang diraih oleh Mercedes ini terasa istimewa mengingat tim pabrikan asal Jerman itu bakal pamitan dari aj