Lifestyle

Konjen RRT Ingin Tingkatkan Hubungan Kebudayaan dan Pariwisata Bali


Konjen RRT Ingin Tingkatkan Hubungan Kebudayaan dan Pariwisata Bali
Tanah Lot (INSTAGRAM/higebali)

AKURAT.CO, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menerima audensi Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Gou Houdong di Kantor Gubernur Bali, Selasa (3/4). Gou Houdong baru saja mulai bertugas di Denpasar menggantikan Hu Yinquan.

Meski baru menginjakkan kaki di Bali, Gou Houdong mengaku sudah sangat tertarik dengan kebudayaan dan keindahan alam Bali. Dia  berharap bisa mengenal lebih dalam kebudayaan dan pariwisata Bali dalam beberapa waktu ke depan.

Gou Houdong menyadari hubungan antara RRT dan Bali dalam beberapa waktu terakhir sudah berkembang sangat baik. Salah satu indikatornya adalah keberhasilan RRT menggeser Australia sebagai negara dengan wisatawan terbanyak di Bali. Namun Ia meyakini masih potensi kerjasama yang bisa digali antara Bali dengan RRT.

“Jika diperkenankan saya akan melakukan riset untuk mengenal kebudayaan Bali dengan lebih baik dan bisa memperkenalkannya ke masyarakat RRT,” kata Konjen yang sebelumnya bertugas di Afrika ini.

Dia  berharap Gubernur Pastika dan jajaran Pemprov Bali mendukung upaya peningkatan hubungan kedua budaya ini.

Bahkan dia sudah memiliki ide untuk mengembangkan seni drama yang menggabungkan kebudayaan Bali dengan RRT. Gou juga berharap bisa lebih mempelajari bagaimana masyarakat Bali bisa hidup dalam kultur yang harmonis.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyambut baik kedatangan Konjen Gou Houdong di Bali. Pihaknya  berharap hubungan baik yang selama ini tercipta bisa terus bertambah baik. Bali sendiri sudah memiliki hubungan sister provincedengan dua provinsi di RRT, kata Pastika.

“Ini merupakan bukti nyata kedekatan hubungan Bali dengan RRT,” ujarnya.

Disamping hubungan historis yang memang sudah terlihat dalam berbagai artefak di Bali.

Menurut Pastika, pihaknya akan dengan senang hati memperkenalkan Bali kepada Konjen Gou Houdong agar lebih mengenal Bali yang sesungguhnya, seperti misalnya tentang keberadaan Desa Pakraman di Bali.[]