News

Konflik Yaman: 93 Pemberontak Houthi Tewas dalam Pertempuran di Marib

Totalnya, 140 orang tewas dalam pertempuran di Marib.


Konflik Yaman: 93 Pemberontak Houthi Tewas dalam Pertempuran di Marib
Setidaknya 51 orang pengikut setia pemerintah terbunuh dalam empat hari terakhir. (arabnews.com)

AKURAT.CO, Lebih dari 140 pasukan pemberontak dan pembela pemerintah telah terbunuh minggu ini seiring dengan meningkatnya ketegangan antara kedua belah pihak dalam merebut kekasaan di kota Marib, kota di bagian utara Yemen yang disebut wilayah strategis. 

Setidaknya 51 orang pengikut setia pemerintah terbunuh dalam empat hari terakhir, di mana sebagian besar di antaranya terjadi akibat pertempuran di Provinsi Shabwa dan di sekitar pemerintahan Marib. 

Selain itu, 93 orang pemberontak Houthi yang didukung oleh Iran juga tewas dalam pertempuran tersebut dan dalam serangan udara dari militer koalisi yang didukung oleh pemerintah sah. Meski pemberontak Houthi jarang melaporkan korban jiwa, jumlah tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak medis. 

Pada Februari 2021 lalu, pemberontak Houthi telah melakukan sejumlah upaya untuk menguasai Marib, benteng terakhir pemerintah Yemen di bagian utara, dan pertempuran tersebut telah mengakibatkan ratusan korban jiwa di kedua belah pihak. Sedangkan hasil dari pertempuran tersebut, pihak Houthie telah berhasil menguasai empat distrik, salah satunya di Marib dan tiga lainnya di Shabwa. 

Sejak konflik di Yaman terus memanas tahun 2014 lalu, ketika pemberontak Houthis menguasai ibu kota Sanaa, sejumlah negara dunia mulai memberikan perhatiannya ke pemerintahan Yaman. Bahkan, di awal minggu ini, PBB kembali melakukan upaya resolusi dari konflik yang ada di Yaman dengan mengirimkan diplomat asal Swedia, Hans Grundberg, ke Oman.

Di tempat tersebut, Hans bertemu dengan seorang wargan Oman dan beberapa pemimpin Houthi, termasuk negosiator Mohammed Abdulsalam. 

Perdamaian yang keberlanjutan hanya dapat diraih melalui sebuah penyelesaian dari negosiasi yang damai. Sangat penting bahwa seluruh upaya dihasilkan untuk memperbaiki proses politik yang dapat memproduksi solusi jangka panjang yang memenuhi aspirasi-aspirasi dari penduduk Yaman,” jelas Hans Grundberg. 

Ketika PBB dan Washington mengupayakan untuk mengakhiri perang, pemberontak Houthi meminta untuk membuka kembali bandara Sanaa, yang ditutup ketika blokade Saudi tahun 2006 silam, sebelum negosiasi atau gencatan senjata dilakukan. 

Sedangkan upaya perdamaian terakhir berhasil dilakukan di Swedia pada tahun 2018 silam ketika kedua belah pihak setuju untuk melakukan pertukaran tahanan. Namun, alih-alih gencatan senjata, pertempuran kembali meletus di Hodeidah. []