Ekonomi

Konflik China - Taiwan Disebut Bisa Ganggu Ekonomi Indonesia!

Anton juga menggambarkan merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), yang mana China dan Taiwan sendiri merupakan mitra dagang utama Indonesia

Konflik China - Taiwan Disebut Bisa Ganggu Ekonomi Indonesia!
Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen saat memberikan pidato pada perayaan Hari Nasional Taiwan di Taipei, Taiwan hari (10/10) ini. (StraitsTimes)

AKURAT.CO Kepala Ekonom Bank Rakyat Indonesia (BRI) Anton Hendranata mengatakan bahwa pemerintah dinilai harus berhati-hati terhadap dampak geopolitik yang terjadi antara China dan Taiwan saat ini. Menurut Anton, hal tersebut perlu dilakukan karena kedua negara tersebut merupakan mitra dagang utama Indonesia.

Anton kemudian menambahkan, situasi yang terjadi saat ini seharusnya bisa dijadikan pelajaran terutama dari Rusia dan Ukraina. Karena menurutnya, Indonesia saat ini dinilai sudah cukup mampu mengatasi tensi geopolitik yang saat ini sedang terjadi.

"Situasi ini perlu belajar dari Rusia dan Ukraina, karena sampai saat ini Indonesia cukup mampu mengatasi, mudah-mudahan tensi geopolitik China dan Taiwan tidak terparah Rusia dan Ukraina, sementara paling krusial basic need-nya yang terjaga," jelas Anton dalam sesi media taklimat pada Senin (8/8/2022).

baca juga:

Anton juga menggambarkan merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), yang mana China dan Taiwan sendiri merupakan mitra dagang utama Indonesia. Tercatat pada Juni 2022 lalu, kedua negara tersebut merupakan pangsa ekspor non migas terbesar bagi Indonesia.

Pada akhir Juni 2022, pangsa ekspor non migas Indonesia ke China mencapai USD5,9 miliar atau mencakup 20,74% dari keseluruhan pangsa ekspor Indonesia yang pada Juni 2022 tercatat sebesar USD26,09 miliar, menjadikan China sebagai negara nomor satu pangsa ekspor terbesar Indonesia.

Sementara pangsa ekspor Indonesia ke Taiwan hingga Juni 2022 mencapai USD0,69 miliar yang mencakup 2,82% dari keseluruhan ekspor pada Juni 2022, dan menempati posisi ke-8 terbesar sebagai negara tujuan ekspor Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan bahwa ketegangan yang terjadi antara China dan Taiwan akan menjadi fokus sampingan setelah adanya konflik geopolitik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung di Eropa.

Menurut Febrio ketegangan tersebut bisa mendongkrak kembali harga komoditas yang saat ini sudah berangsur mulai membaik. Pemerintah sendiri tak hanya memantau Rusia dan Ukraina saja, karena tensi di beberapa blok negara maju juga harus di pantau.

"Kita harapkan tidak dieskalasi untuk di region kita, seperti di Taiwan yang dalam konteks kunjungan (Nancy) Pelosi ke Taiwan kemarin, ini akan terus kita pantau karena risikonyua terhadap harga komoditas dan pemulihan ekonomi di banyak negara, dan kita lihat bagaimana Indonesia akan merespon," ujarnya.[]