Ekonomi

Kondisi Makin Berat Jika Bergantung Impor Obat-obatan dan Vaksin, Industri Farmasi RI Ngapain?

Industri farmasi dalam negeri harus mampu memproduksi sendiri dengan jumlah memadai.


Kondisi Makin Berat Jika Bergantung Impor Obat-obatan dan Vaksin, Industri Farmasi RI Ngapain?
Pekerja mengemas obat COVID-19 di salah satu gerai ekspedisi pengiriman barang di Jalan K.S Tubun, Petamburan, Jakarta, Sabtu (17/7/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mendesak pemerintah agar Indonesia dapat memproduksi berbagai obat-obatan dan vaksin untuk mengatasi pandemi COVID-19 di dalam negeri, sehingga tidak lagi bergantung kepada impor.

"Dalam situasi pandemi di mana obat-obatan tersebut dibutuhkan di seluruh dunia, tentu berat jika kita bergantung pada impor," kata Netty Prasetiyani di Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Untuk itu, ujar dia, industri farmasi dalam negeri harus mampu memproduksi sendiri dengan jumlah memadai.

Netty juga mempertanyakan bagaimana kelanjutan penelitian terkait dengan obat-obatan dan vaksin COVID-19 yang dilakukan anak bangsa.

"Impor obat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan jangka pendek demi menyelamatkan rakyat. Jadi impor bukan untuk kepentingan bisnis. Oleh karena itu, untuk jangka panjang, riset atas obat dan vaksin COVID-19 harus terus dilakukan dan didorong. Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir," ujar Netty

Ia mengingatkan bahwa impor akan dilakukan kepada setidaknya tiga jenis obat-obatan yang saat ini langka dan belum dapat diproduksi di dalam negeri, yaitu, Remdesivir, Actemra, dan Gamaras.

Netty Prasetiyani mengingatkan pemerintah agar memastikan kebijakan impor telah melalui pemeriksaan yang teliti.

"Pemerintah harus memastikan bahwa impor obat dilakukan setelah memeriksa bahwa tidak ada persoalan dalam jalur distribusi obat, semisal penimbunan atau kendala lain, yang menyebabkan terjadinya kelangkaan obat," katanya.

Menurut Netty, Pemerintah harus mengawasi ketat jalur distribusi obat mulai dari industri dan pedagang besar farmasi, importir hingga apotek dan toko obat.