Lifestyle

Kondisi Leher dan Ketiak Bisa Jadi Tanda Peringatan Diabetes

Satu gejala di leher dan ketiak bisa menjadi tanda peringatan kadar gula darah tinggi dan berunjung pada penyakit diabetes tipe 2


Kondisi Leher dan Ketiak Bisa Jadi Tanda Peringatan Diabetes
Ilustrasi ketiak (Unsplash)

AKURAT.CO, Ada beberapa penderita diabetes yang jarang menunjukkan gejala luka. Kondisi ini sering dianggap jinak. Namun, jika tidak diobati, diabetes bisa meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. 

American Diabetes Association (ADA) mengatakan, satu tanda di leher dan ketiak bisa menjadi tanda peringatan kadar gula darah tinggi yang berbahaya dan tanda terjadinya diabetes tipe 2. 

Diabetes Tipe 2 biasanya berkembang pada usia paruh baya, lebih sering terjadi pada individu yang kelebihan berat badan yang tubuhnya berhenti merespons insulin.

Dilansir di laman Everyday Health, tanda awal bahwa kadar gula tidak terkendali mungkin muncul di sekitar leher dan ketiak, seperti area tebal kulit dapat terbentuk di bagian belakang leher atau tangan, ketiak, wajah atau area lainnya. ADA mengatakan perubahan kulit ini dikenal sebagai acanthosis nigricans, bisa menjadi tanda resistensi insulin. 

Lebih lanjut, ADA menyatakan potongan kecil kulit ekstra atau si kulit terlihat tebal disebut tag kulit atau si kulit terlihat tebal, dapat terbentuk di lipatan kulit. 

National Health Servuce (NHS), juga menggambarkan kondisi kulit tak hanya seperti penebalan, tetapi juga terdapat bercak hitam pada kulit yang biasanya muncul di ketiak, leher atau selangkangan.

“Bisa jadi itu pertanda dari kondisi yang mendasarinya sehingga perlu diperiksakan ke dokter umum. Gejala utamanya adalah bercak-bercak kulit yang lebih gelap dan lebih tebal dari biasanya,” kata National Health Service (NHS), dikutip dari Everyday Health pada Kamis, (23/9).

Salah satu efek samping penebalan kulit, neuropati, biasanya dimulai pada ekstremitas dan terus meningkat, menimbulkan bahaya pada saraf di sepanjang aliran tubuh. 

Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya bisul, tulang menjadi lemah dan akhirnya dapat menyebabkan hilangnya rasa.

Deteksi dini kondisi ini sering kali dapat mencegah perkembangan penyakit. Oleh karena itu, beberapa peneliti percaya, dengan mengubah pendorong utama yakni obesitas, misalnya dengan berolahraga dan hidup sehat agar berat badan turun, dapat memiliki efek yang menjanjikan bagi penderita diabetes yang sudah mulai timbul gejala kulit leher dan ketiak yang tebal.[]