Ekonomi

Kondisi Backlog Indonesia Sudah Capai 12,75 Juta, Pemerintah Soroti Ini!

adanya gejolak global dengan meningkatnya suku bunga yang ternyata memberikan implikasi terhadap sektor perumahan


Kondisi Backlog Indonesia Sudah Capai 12,75 Juta, Pemerintah Soroti Ini!
Ilustrasi sektor perumahan (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kondisi backlog saat ini sudah mencapai 12,75 juta. Artinya masih banyak yang membutuhkan rumah layak huni.

“ Mereka berumah tangga untuk mendapatkan rumah karena mereka butuh, tapi purchasing power mereka dibandingkan harga rumahnya lebih tinggi sehingga mereka akhirnya enak dengan tinggal di rumah mertua atau nyewa,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Securitization Summit 2022: Unlocking Securitization Role in Developing Sustainable Finance, Rabu (6/7/2022).

Ia menjelaskan jika masalah tersebut dapat diatasi, masyarakat memiliki kemampuan untuk membeli rumah dan bisa meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

baca juga:

" Dia punya multiplier effect yang besar dan juga share-nya terhadap PDB di atas 13 persen. Namun, ini belum klop. Kita punya gap antara demand dengan purchasing power, itu namanya harap-harap cemas," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa adanya gejolak global dengan meningkatnya suku bunga yang ternyata memberikan implikasi terhadap sektor perumahan.

“Ini akan menjadi salah satu implikasi dari situasi dunia, ada pengaruhnya ke sektor perumahan,” lanjutnya.

“Beli rumah mortgage time-nya 15 tahun, di awal hanya berat di suku bunga, principlenya di belakang, dengan prince rumah dan interest rate yang cenderung naik dengan inflasi tinggi maka masyarakat semakin sulit membeli,” tambahnya.

Sekadar informasi, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan negara melakukan berbagai upaya termasuk memberikan kemudahan dan keringanan dalam bentuk PPN ditanggung atau pembebasan PPN dan PPh final 1 persen. Ia menjelaskan pemerintah juga membuat skema kredit rumah rakyat yang bersubsidi.

“Indonesia demografinya masih relatif muda, artinya generasi muda ini kemudian akan berumah tangga. Maka kemudian mereka membutuhkan rumah. Oleh karena itu, tadi pemerintah menyediakan berbagai skema kredit rumah rakyat yang bersubsidi,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Securitization Summit 2022: Unlocking Securitization Role in Developing Sustainable Finance, Rabu (6/7/2022).

Ia menjelaskan ini menggunakan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).[]