News

Komplain Soal Taiwan, China Peringatkan AS 'Jangan Main-main dengan Api'

Komplain Soal Taiwan, China Peringatkan AS 'Jangan Main-main dengan Api'


Komplain Soal Taiwan, China Peringatkan AS 'Jangan Main-main dengan Api'
File foto juru bicara Kementeian Luar Negeri China, Zhao Lijian (Times of India)

AKURAT.CO, China memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk berhenti bermain-main dengan api soal Taiwan. Mengutip Reuters, pernyataan tegas tentang masalah Taiwan itu disampaikan langsung oleh juru Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian pada Rabu (14/4). Ini tidak lama setelah pemerintahan Joe Biden memperbarui pedoman yang memungkinkan para pejabat AS untuk lebih bebas bertemu dengan pejabat Taiwan.

"China mendesak AS untuk tidak mempermainkan masalah Taiwan, segera menghentikan segala bentuk kontak resmi AS-Taiwan, menangani masalah dengan hati-hati dan tepat, dan tidak mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan kemerdekaan Taiwan," kata Zhao seraya mengatakan bahwa langkah AS ini bisa merusak hubungan Sino-AS serta perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan.

Taiwan diklaim China telah lama jadi isu sensitif yang membuat Beijing-Washington makin jatuh dalam perselisihan diplomatik. Diketahui,

Namun AS adalah pendukung internasional terpenting sekaligus pemasok senjata Taiwan yang diatur dalam Undang-Undang Hubungan Taiwan tahun 1979. UU inilah mengacu pada aturan untuk menyediakan sarana bagi Taiwan untuk mempertahankan diri.

Karena itulah, sudah lama China yakin bahwa AS berkolusi dengan Taiwan untuk menantang Beijing dan mendukung kemerdekaan resminya. Terlebih, pemerintahan Tsai Ing-wen juga menegaskan bahwa Taiwan adalah negara merdeka dan ia siap untuk kebebasan dan keamanan wilayahnya.

Konflik AS-China soal Taiwan ini pun kini makin memuncak setelah Jumat (9/4) lalu, administrasi Biden memutuskan untuk memperbarui panduan untuk memperdalam hubungan dengan Taipei. Dalam pedoman baru itu, AS akan menghilangkan beberapa aturan berbelit-belit yang membatasi urusan dengan Taiwan, termasuk pertemuan tatap muka.

Kemudian, pada Minggu (11/4), AS kembali vokal menyoroti ketegangan yang terjadi di Taiwan. Melalui Menteri Luar Negeri Antony Blinken, AS terang-terangan menyatakan keprihatinan terhadap tindakan China yang dinilai agresif terhadap Taiwan.

Selain itu, Blinken juga mengatakan bahwa upaya untuk mengubah status quo Taiwan dengan paksa adalah sebuah 'kesalahan'.

"Apa yang telah kami lihat, dan apa yang menjadi perhatian nyata kami, adalah tindakan yang semakin agresif oleh pemerintah di Beijing yang ditujukan ke Taiwan. Merupakan kesalahan serius bagi siapapun untuk mencoba mengubah status quo yang ada dengan paksa," kata Blinken dalam wawancara di program NBC Meet the Press.

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co