Ekonomi

Kompensasi ke Pertamina Dianggap Sebagai Bentuk Kehadiran Negara di Sektor BBM dan LPG

Kompensasi ke Pertamina Dianggap Sebagai Bentuk Kehadiran Negara di Sektor BBM dan LPG.


Kompensasi ke Pertamina Dianggap Sebagai Bentuk Kehadiran Negara di Sektor BBM dan LPG
Illustrasi (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)

AKURAT.CO Kompensasi BBM dan LPG subsidi dari Pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) dianggap sebagai bentuk komitmen kehadiran Negara kepada rakyat. 

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, jika kompensasi dapat memperkuat arus kas Pertamina sehingga terus dapat berkontribusi pada perekonomian nasional. Dengan demikian, subisidi BBM dan juga LPG dapat terus diberikan Pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Iya, kompensasi BBM ini memang bentuk daripada turun tangannya pemerintah. Arus kas Pertamina menjadi lebih kuat, sehingga BBM dan LPG subsidi dapat terus diberikan. Karena itu pula, diharapkan membuat harga-harga lebih stabil," kata Faisal, dalam keterangannya, Senin (4/7/22022).

baca juga:

Menurutnya, upaya pemerintah ini sangat penting. Terutama pada saat kondisi geopolitik saat ini yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Selain itu, upaya ini juga menjamin harga BBM bersubsidi seperti Pertalite yang paling banyak digunakan, agar tidak mengalami kenaikan.

"Ini memang harus ada campur tangan atau intervensi atau suntikan dana dari APBN karena dengan kenaikkan harga minyak dunia yang sudah di atas 100 dollar bahkan 120 dollar per barrel," tambahnya. 

Ia menilai jika pembayaran kompensasi memang sangat penting, karena bisa menjaga kesehatan finansial BUMN tersebut. Di sisi berbeda, jika BBM dan LPG subsidi hanya dibebankan kepada Pertamina, tentu berdampak terhadap kas keuangan Pertamina.

"Jika hanya dibebankan kepada Pertamina tentu akan mengganggu finansial Pertamina. Apalagi beban subsidi terus meningkat," ujar Faisal.

Sehingga, kata dia, memang harus ada intervensi APBN walaupun tidak dibayarkan sekaligus. Dengan turunnya pembayaran kompensasi BBM dan LPG subsidi awal bulan ini sebesar Rp64 triliun, Faisal berharap agar Pertamina bisa meningkatkan efisiensi.

Meski harus diakui, bahwa kondisi saat ini, memang cukup berat bagi Pertamina untuk melakukan efisiensi. Tetapi yang jelas, imbuhnya, melalui kompensasi, diharapkan memang bisa membantu arus kas Pertamina ditengah melonjaknya harga minyak dunia dan situasi geopolitik global. 

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi