News

Komnas HAM Ungkap Ada Fakta Maha Penting Hasil Temuan Penyidikan Pada TWK KPK

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap sebab molornya publikasi hasil penyelidikan laporan dugaan pelanggaran HAM dalam soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)


Komnas HAM Ungkap Ada Fakta Maha Penting Hasil Temuan Penyidikan Pada TWK KPK
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap penyebab molornya publikasi hasil penyelidikan laporan dugaan pelanggaran HAM dalam soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI M Choirul Anam menjabarkan salah satu penyebabnya yakni adanya fakta maha penting yang ditemukan di akhir-akhir penyelidikan pada Juli lalu. 

Dikatakan Anam, terdapat proses perumusan dan penulisan laporan akhir sebenarnya sudah dimulai sejak minggu lalu. Tetapi, dalam minggu itu, Komnas HAM menemukan fakta baru yang tidak terungkap pada pemeriksaan sebelumnya. 

"Oleh karenanya, ya, kami memperbaiki konstruksi peristiwa yang sudah kami bangun itu dengan fakta yang baru ini. Karena fakta yang baru ini sesuau yang sangat signifikan," kata Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (3/8/2021). 

Bahkan, temuan baru itu, akan sangat menguatkan argumentasi Komnas HAM dalam kesimpulannya.

Karena itu, kata dia, sangat disayangkan bila temuan baru itu tidak dimasukan dalam rumusan kesimpulan maupun rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo.

Anam pun meminta maaf atas molornya proses penyusunan kesimpulan hasil penyelidikan itu. 

"Dari segi substansi kalau ini tidak dimasukkan ya Komnas HAM tidak memiliki sesuatu yang sangat kuat. Makanya fakta baru ini kami anggap sesuatu yang memang bisa untuk menunda. Gara-gara kami menemukan fakta baru ini makanya proses penulisan agak molor," katanya. 

Sayangnya, dia tak menyebut dari pihak mana fakta penting itu dia dapatkan. Apakah dari pihak KPK atau dari pegawai KPK yang melapor. Yang pasti, kata dia, pihaknya telah mengonfirmasi kepada pihak yang terkait dengan fakta mahkota itu. 

"Karena fakta baru ini sangat signifikan, sangat signifikan informasinya dari beberapa pihak yang bisa menjelaskan atau pihak terkait fakta baru ini kami mintakan klarifikasi. Sehingga fakta baru ini benar-benar klarifikasinya kuat," katanya. 

Dia berharap, penyusunan kesimpulan dan rekomendasi akhir Komnas HAM selesai paling lambat minggu depan. Sehingga pada minggu depan, kesimpulan atas hasil pemeriksaan mereka bisa diketahui masyarakat luas. Dia menegaskan, Komnas HAM bertanggungjawab atas masalah itu. 

"Minggu ini kelar. Kalau bisa minggu besok akan diumumkan akan lebih bagus. Tapi sekali lagi, ya ini kan tidak hanya harapan masyarakat, harapan Komnas juga segera keluar. Kalau lancar ya minggu ini kelar, minggu depan bisa kita umumkan. Ya kita semua berharap agar kita semuanya sehat dalam kondisi Covid-19," katanya.