News

Komnas HAM Terjunkan Tim Investigasi Ke Malang Buntut Kerusuhan Suporter yang Tewaskan 127 Orang

Komnas HAM Terjunkan Tim Investigasi Ke Malang Buntut Kerusuhan Suporter yang Tewaskan 127 Orang
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (kanan) didampingi rekannya Choirul Anam (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Komnas HAM, di Jakarta, Jumat (5/8/2022). Komnas HAM mengakui telah mendapatkan informasi dari Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri bahwa sebanyak 15 unit gawai telah diperiksa datanya terkait kasus penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas mantan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo. AKURAT.CO/ANTARA FOTO/M Risyal H (Antara Foto)

AKURAT.CO, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan akan menerjunkan tim investigasi ke Malang untuk menyelidiki peristiwa kematian 127 orang suporter dan polisi akibat kerusuhan pasca laga Arema Malang Vs Persebaya Surabaya. Komnas HAM menyatakan sudah waktunya mengevaluasi total sepak bola di Indonesia. 

"Gila sudah. Berduka untuk seluruh korban. Hentikan dan Evaluasi total sepakbola Indonesia..!!," tulis Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di akun twiternya, Minggu (2/10/2022). 

Komnas HAM merespons itu dengan langsung membentuk tim investigasi. Tim itu akan diterjunkan ke Malang untuk menyelidiki dugaan adanya pelanggaran HAM pada peristiwa yang melukai perasaan publik itu. 

baca juga:

"Komnas HAM akan kirim tim investigasi ke Malang," ujarnya. 

Senada, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyayangkan peristiwa kerusuhan yang tewaskan suporter dan petugas kepolisian itu. Menurut dia, peristiwa yang terjadi usai laga sepak bola Arema Malang Vs Persebaya itu merupakan tragedi kemanusiaan. 

"Kita menyayangkan tragedi ini. Mekanisme PSSI harus jalan," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (2/10/2022). 

Dia mengatakan, PSSI selalu otoritas penyelenggara sepak bola tanah air perlu membuka secara terang benderang tragedi kemanusiaan di lapangan hijau Malang itu. Sementara, pihak-pihak yang terlibat harus dihukum agar keadilan ditegakan. 

"Perlu keterbukaan terkait apa yang terjadi. Terkait siapapun yang terlibat kekerasan harus ada penegakkan hukum," ungkapnya. []