News

Komnas HAM Gali Keterangan Terbit Soal Kerangkeng Manusia

Komnas HAM Gali Keterangan Terbit Soal Kerangkeng Manusia
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memfasilitasi permintaan keterangan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terhadap Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin (TRP) terkait temuan kerangkeng manusia di rumahnya.

"Betul, siang ini diagendakan pihak Komnas HAM akan meminta keterangan dan informasi terhadap Bupati Langkat Sumut," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/2/2022).

Terbit saat telah jadi tersangka dan ditahan oleh penyidik KPK di dalam kasus dugaan suap terkait dengan kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa tahun 2020-2022 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

baca juga:

"(Permintaan keterangan) bertempat di Gedung Merah Putih KPK," ucap Ali.

Sebelumnya, Lembaga Perlindungan Saksi dan Konsumen (LPSK) menyampaikan kabar terbaru soal kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin. LPSK melakukan investigasi dan memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, pihaknya menemukan adanya dua kerangkeng manusia di dalam rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana. Selain dua kerangkeng, ada juga tempat kosong yang berada di sekitar kerangkeng yang diduga sebagai tempat masak.

"Ada dua kerangkeng. Informasi yang kami peroleh ketika penggerebekan, ketika penangkapan bupati oleh KPK, mereka menemukan ini. Ketika pertama kali ditemukan jumlah total 43 (orang). Pembagiannya berapa belum jelas. Di kerangkeng 1 itu, (penghuninya) yang lebih muda, lebih terakhir masuk," kata Edwin, pada Sabtu (29/1/2022).

LPSK juga menemukan dugaan penghuni kerangkeng yang meninggal karena dianiaya. Hal ini didapat berdasarkan keterangan dari pihak keluarga bahwa terdapat tanda-tanda seperti bekas luka.

"Informasi yang kita dapatkan kemarin, dan sudah kita konfirmasi terhadap keluarga adanya korban tewas yang di tubuhnya terdapat tanda-tanda luka, peristiwa (terjadi) di tahun 2019," tuturnya.

Edwin mengatakan, awalnya pihak keluarga dihubungi tentang penghuni yang tewas itu karena alasan sakit asam lambung. Pihak keluarga kemudian mendatangi lokasi dan merasa curiga karena jenazah korban sudah dimandikan, dikafankan dan tinggal dikuburkan.

"Mereka sempat membuka kafan itu terlihat di wajahnya bekas luka," kata Edwin.

Edwin menuturkan, pihaknya sudah memberikan informasi terkait hal ini kepada Polda Sumut. Berdasarkan pengakuannya, terkait benar atau tidaknya informasi ini akan diputuskan dari hasil pemeriksaan polisi. []