News

Komnas HAM: BPOM Tak Punya Protokol Penanganan Kasus Peredaran Obat Gagal Ginjal Akut

Komnas HAM: BPOM Tak Punya Protokol Penanganan Kasus Peredaran Obat Gagal Ginjal Akut
Komisioner Komnas HAM (Badri/Akurat.co)

AKURAT.CO  Komisioner Komnas HAM Hari Kurniawan menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tak memiliki protokol keselamatan dalam kasus gagal ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak Indonesia. Akibatnya, ratusan anak mengalami gagal ginjal akut dan meninggal dunia secara misterius. 

Pernyataan itu dia sampaikan usai menerima laporan dari keluarga korban gagal ginjal akut dan tim advokasinya di kantor Komnas HAM, Jumat (9/12/2022). 

"Kami melihat, secara sistem ini sudah salah kaprah. Bagaiamana kemudian obat yang sudah puluhan tahun bisa lolos kemudian memakan korban jiwa. Kita melihat bahwa BPOM juga tidak punya protokol keselamatan terhadap obat-obat yang beredar tadi (penyebab gagal ginjal akut misterius)," ungkapnya di kantor Komnas HAM. 

baca juga:

Dia mengatakan, karena hal itu, pihaknya berjanji akan menyingkap praktek mafia perobatan di dalam negeri. Dia mengatakan, Komnas HAM akan bekerja maksimal. 

"Makanya kita harus ungkap ke akar2nya termasuk ke mafia obat-obatan. Jadi Komnas HAM akan berusaha sebaik mungkin semaksimal mungkin karena bagi kami ini kejadian luar biasa karena korbannya 200 orang," ungkapnya. 

Dia menambahkan, kasus itu dan laporan masyarakat yang mereka terima akan dibahas dalam rapat paripurna komisioner Komnas HAM. Dia memastikan akan membentuk tim khusus untuk mendalami kasus tersebut. 

"Maka ini perlu kita cermati dan akan kita masukan dalam rapat paripurna Komnasham sbg kejadian luar biasa dan nantinya bisa dibentuk tim Adhoc keracunan obat," katanya.