News

Komnas HAM Bantah Aremania Disebut Hendak Serang Pemain di Tragedi Kanjuruhan

Komnas HAM Bantah Aremania Disebut Hendak Serang Pemain di Tragedi Kanjuruhan
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (AKURAT.CO/ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

AKURAT.CO Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendapatkan informasi berbeda soal aksi suporter Aremania yang berhamburan ke tengah lapangan Stadion Kanjuruhan sesaat setelah peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan melawan Persebaya Surabaya ditiup wasit. 

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan, para suporter rupanya berhamburan ke tengah lapangan untuk memberi semangat kepada para pemain Arema Malang yang malam itu ditekuk Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Choirul Anam mengungkapkan, temuan Komnas HAM itu didapatkan setelah mereka datang ke Malang untuk mengumpulkan informasi sejak Senin, dua hari lalu.

baca juga:

Dia mengatakan, pihaknya fokus pada konstruksi kronologi detik-detik peristiwa maut itu terjadi.

"Temuan kedua ini yang sangat penting, kami telusuri betul kami mendalami soal konstruksi kronologi di saat pasca peniupan peluit panjang. Selama ini ada beberapa di awal-awal mengatakan bahwa kericuhan atau kekerasan terjadi itu ketika suporter berangkat ke tengah lapangan, yang kita telusuri ya ke tengah lapangan dikatakan itu mau nyerang pemain," katanya dalam keterangannya yang diunggah di channel YouTube Komnas HAM, Rabu (5/10/2022).

Informasi soal suporter yang hendak menyerang pemain Arema itu rupanya berbanding terbalik dengan informasi yang dihimpun Komnas HAM. Seperti diketahui, polisi menyatakan, kericuhan terjadi karena Aremania merangsek ke tengah lapangan dan hendak menyerang pemain dan ofisial.

"Nah kami telusuri, kami bertemu dengan beberapa Aremania termasuk juga meng-cross check informasinya dengan para pemain. Jadi mereka berangkat (ke tengah lapangan) itu mau berikan semangat, berkomunikasi dengan pemain. Kami cross check. Jadi mereka (Aremania) merangsek itu mau kasih semangat, berkomunikasi dengan pemain. Kami cross check kepada suporter, bilangnya 'kami ingin ngasih semangat'," ujarnya.

Merasa tak cukup Informasi dari suporter, tim Komnas HAM juga mengonfirmasi kebenaran informasi itu ke para pemain Arema Malang. Hasilnya tak berbeda. Para pemain mengakui bahwa kedatangan suporter itu untuk memotivasi mereka yang malam itu kalah unggul dari tim tamu Persebaya Surabaya.

"Kami cross check kalimat-kalimat itu juga sama, mereka berdialog dengan teman-teman pemain terutama pemain yang terakhir meninggalkan lapangan. Itu juga disampaikan. Tidak ada pemain yang luka," ungkapnya.

Berdasarkan fakta-fakta itu, dia membantah bila disebut suporter Arema Malang hendak menyerang pemain dan ofisial saat berhamburan ke tengah lapangan.

"Jadi kalau ada informasi yang bilang suporter ke sana itu menyerang, pemain-pemainnya bilang tidak seperti itu, dan suporternya juga bilang tidak seperti itu. Jadi dinamika ini sangat penting," ungkapnya. []