News

Komitmen Pengurus RW 08 Tirtajaya Stop Penyebaran Virus DBD

Rahmat bilang kegiatan penyemprotan (fogging) dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali. 


Komitmen Pengurus RW 08 Tirtajaya Stop Penyebaran Virus DBD
Pengurus RW 08, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya melakukan penyemprotan (fogging) sarang nyamuk (PSN) 3M Plus di kawasan Perumahan Bella Casa, Depok, Minggu (13/06)

AKURAT.CO, Pengurus RW 08, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya melakukan penyemprotan (fogging) sarang nyamuk (PSN) 3M Plus di kawasan Perumahan Bella Casa, Depok, Minggu (13/6/2021). 

Ketua RW 08, Rahmat Hidayat mengatakan, saat ini fogging dilakukan di kluster Dahlia dan Delonix, Bella Casa Residence.

"Upaya tersebut dilakukan dalam rangka membasmi virus dengue yang menjadi pemicu demam berdarah (DBD)," kata Rahmat. 

Rahmat bilang kegiatan penyemprotan (fogging) dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali. 

"Fogging (penyemprotan nyamuk) ini rutin setiap 3 bulan sekali, dilakukan di lima RT, yakni RT 01, RT 02, RT 03, RT 04 dan RT 05 yang meliputi empat kluster (Dahlia, Delonix, Irish, Jasmine)," imbuh Rahmat Hidayat.

Menurut Rahmat, penyemprotan tersebut bertujuan membasmi virus dangue yang sempat menyebabkan 3 warga di kluster Dahlia dan Delonix menderita DBD.

"Kebetulan sudah 3 warga di kluster Dahlia dan Denolix yang menderita BDB. Dari ketiga penderita, 1 di antaranya sudah berangsur pulih, sementara 2 lainnya masih dirawat di rumah sakit," jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga di RW 08 agar rajin membersihkan lingkungan dan berpartisipasi dalam memerangi virus demam berdarah di lingkungan masing-masing.

Di tempat yang sama, Sekjen Dewan Pengurus Ranting Partai Keadilan Sejahtera (DPRa PKS) Kelurahan Tirtajaya, Yudianto Malikiano mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Depok agar terus mengintesifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Pemkot Depok bisa gandeng stakeholders terkait di tingkat kecamatan, kelurahan, bahkan RT RW untuk edukasi dan sosialisasi tentang bahaya DBD dan kiat menghindari DBD," terang Yudianto.

Menurut Yudianto, penyakit menular yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus ini sama berbahaya dengan penyakit ataupun serangan virus lainnya.

"Harapan kita agar Pemkot juga tetap fokus lakukan pencegahan terhadap penyakit DBD ini, selain penanganan Covid-19 yang jadi atensi nasional," paparnya.

Sementara itu, Jerry Intarto (35) yang merupakan orang tua Regis (8) penderita DBD, mencurahkan kegundahannya setelah tahu anaknya mengidap DBD.

Jerry menuturkan, dirinya sebagai orang tua ada perasaan gelisah. Saat tahu anaknya terkena DBD, ia langsung bawa ke rumah sakit. Dan setelah diperiksa, trombositnya menurun drastis. 

"Saya kemudian mengikuti saran dokter yang menyarankan supaya anak saya perlu dikasih penambah cairan, mulai dari konsumsi buah jambu dan sebagainya," ujar Jerry.

Jerry juga tak lupa membagi tips bagi siapa saja, utamanya bagi para orang tua yang anaknya menderita DBD.

"Tipsnya cukup sederhana, jangan panik, rajin kontrol kondisi anak, perkuat imun, ekstrak jambu, penambah cairan, dan jangan malu untuk berbagi informasi," tukasnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co