Rahmah

Komisioner KPAI: Dengan Alasan Apapun, Kekerasan Tidak Dibenarkan dalam Islam 

Rita menyebut, kekerasan dalam agama Islam apapun itu alasannya tetap tidak dibenarkan, bahkan dalam konteks perang sekalipun.


Komisioner KPAI: Dengan Alasan Apapun, Kekerasan Tidak Dibenarkan dalam Islam 
Webinar Gerakan Subuh Mengaji Aisyiah Jawa Barat, Kamis (20/1/2022). (Akurat.co/Fauzi)

AKURAT.CO  Saat ini kasus kekerasan seksual dianggap sudah memasuki tahap darurat. Lebih mirisnya lagi, kasus kekerasan seksual ini ternyata yang paling banyak dialami oleh anak-anak dan perempuan.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati menyebut saat ini ada beberapa perubahan sosial dan dampaknya pada perempuan dan anak.

Pertama, kehadiran teknologi yang merubah pola kehidupan di masyarakat.

baca juga:

"Dalam hal yang baik, kita tetap bisa bersilaturahmi melalui zoom itu adalah hal yang positif, tetapi dalam hal yang lain kita sendiri mengalami ada pengasuhan yang kurang kuat di dalam keluarga, ada hubungan kemanusiaan yang kurang antara keluarga," ujar Rita dalam Webinar Gerakan Subuh Mengaji Aisyiah Jawa Barat, Kamis (20/1/2022).

"Apalagi ini dalam masa pandemi Covid-19, sehingga sangat tidak mudah pada kehidupan kita sehari-hari," tambahnya.

Kedua, perubahan sosial terhadap partisipasi perempuan pada angkatan kerja, pendidikan namun kulturnya tidak semua beradaptasi.

"Meskipun anak perempuan dan laki-laki diberi ruang yang sama dalam beradaptasi, tetapi di dalam kultur secara besar tidak semuanya menerima situasi ini. Ini kemudian yang menjadi situasi sosial yang kalau tidak dibingkai dengan keimanan itu menjadi bagian yang semakin berkurang dengan perubahan sosial yang luar biasa," kata Rita.

Karena mau bagaimanapun, kata Rita, kekerasan dalam agama Islam apapun itu alasannya tetap tidak dibenarkan. Bahkan dalam konteks perang sekalipun, Rasulullah SAW selalu berusaha untuk tidak menimbulkan kekerasan kepada yang lain.

"Bahkan ketika terserang pun itu tidak menjadi acuan untuk melakukan kekerasan," ungkapnya.

Terkait pengalaman kekerasan terhadap anak usia 13 sampai 17 tahun merujuk dari SNPHAR 2021, Rita menyebutkan:

Dalam dua belas bulan terakhir, 3 dari 10 anak perempuan mengalami bentuk kekerasan seksual dalam hal apapun. Adapun dalam sepanjang hidup, tercatat anak perempuan mengalami bentuk kekerasan adalah 4 dari 10 anak.

Sedangkan anak laki-laki  dalam dua belas bulan terkahir adalah 2 dari 10 mengalami kekerasan. Sementara sepanjang hidup, 3 dari 10 anak laki-laki mengalami bentuk kekerasan. []