Ekonomi

Komisi XI Dorong Himbara Transformasi Transaksi Keuangan Digital

Anggota Komisi XI DPR RI mendorong kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melakukan transformasi perubahan menggunakan sistem transaksi digital.


Komisi XI Dorong Himbara Transformasi Transaksi Keuangan Digital
Nasabah melakukan transaksi di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (19/7/2018). PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan pertumbuhan laba 28,7% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp9,46 triliun menjadi Rp12,17 triliun pada semester I-2018. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wijaya mendorong kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melakukan transformasi perubahan menggunakan sistem transaksi digital.

Pasalnya, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, digitalisasi merupakan respon yang utama untuk mengurangi transaksi uang tunai, sehingga bisa mengurangi potensi penyebaran virus di masyarakat.

"Kita harus merespon pandemi ini dengan memperkuat sistem transaksi digital. Untuk di NTB (Nusa Tenggara Barat) ini, sistem transaksi digitalisasi ini masih perlu digenjot lebih semangat lagi. BRI dalam hal ini yang memilki cabang sampai ke pelosok desa adalah yang paling diharapkan untuk mendukung sistem digital ini," ujar Agung Rai saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI memantau pelaksaan program strategis Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Provinsi NTB, Jumat (3/12/2021).

Politisi PDI-Perjuangan ini menyatakan, Komisi XI DPR juga akan mendukung dari sisi aturan, yaitu pada revisi Undang-Undang Nomor 21 tahun 2011 tentang UU OJK. Dalam hal ini ia memastikan pihaknya akan mendukung kepada perbankan untuk mengedepankan digitalisasi ini, mengingat hal tersebut sangat penting.

"Ini juga merupakan kewaspadaan kita dalam penyebaran virus dan di era digital ini sungguh sangat memudahkan masyarakat bertransaksi dimanapun. Apalagi peredaran smartphone di masyarakat sudah cukup besar, bahkan mungkin jumlahnya bisa melampaui jumlah penduduk. Ini menjadi suatu kemajuan yang harus kita lakukan, kemungkinan dalam waktu dekat ini kita juga akan mengevaluasi Rancangan undang-undang (RUU) tentang Mata Uang, supaya nanti uang digital bisa dipertimbangkan masuk di pembahasan ruu tersebut," tutupnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P Joewono, Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Muhammad Nur, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Heru Saptaji, Kepala Grup Departemen BI Noor Yudanto, Anggota Dewan Komisioner OJK Riswinandi, Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo, Kepala Departemen Pengawas IKNB 2A Ahmad Nasrullah, serta sejumlah Pimpinan Himbara. []

Sumber: DPR RI