News

Komisi X Minta Seleksi PPPK Prioritaskan Guru Senior 

Syaiful mengatakan bahwa gurus senior layak untuk mendapat prioritas afirmasi dalam seleksi PPPK.


Komisi X Minta Seleksi PPPK Prioritaskan Guru Senior 
Wawancara Khusus AKURAT.CO bersama Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2020). (Oktaviani)

AKURAT.CO, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda meminta pemerintah, khususnya Kemendikbudristek untuk mengutamakan guru honorer yang sudah senior dalam seleksi PPPK tahap selanjutnya. 

Syaiful mengatakan bahwa gurus senior layak mendapat prioritas afirmasi dalam seleksi PPPK karena pengabdian dan pengalamannya yang sudah lebih lama dibanding dengan tenaga pendidik baru. 

"Padahal kelebihan guru existing dia punya pngalaman mengurus peserta didik lebih, dan di mata saya jadi guru bukan hanya soal knowlege yang lebih, tapi ketelatenan, keteladanan dan komitmen pengabdian itu yang melebihi segalanya," kata Syaiful saat menjadi narasumber dalam acara talkshow virtual bertajuk "Cerita Guru Honorer" yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube MNC Trijaya(27/11/2021). 

baca juga:

Selain Syaiful, turut hadir dalam acara tersebut sejumlah guru honorer yang menceritakan pengalaman pengabdian di daerah masing-masing. Salah satunya adalah Kamsini, guru honorer asal Banyumas yang sudah mengabdi selama 16 tahun sebagai guru honorer. 

Kamsini menceritakan pengalamannya sejak awal mengajar mendapatkan upah sebesar 50 ribu rupiah hingga kini mendapatkan gaji setara UMK Kabupaten Banyumas. 

Ia juga sempat menyampaikan aspirasinya kepada Syaiful Huda, untuk menyampaikan kepada pemerintah supaya memprioritaskan guru senior seperti dirinya dalam seleksi PPPK. 

Terkait hal tersebut, Syaiful menanggapi bahwa pihaknya di Komisi X sudah berupaya menyuarakan keinginan para guru senior tersebut. Termasuk dalam gelaran tes PPPK tahap 1 yang sudah selesai dan diumumkan hasilnya. 

Syaiful mengatakan bahwa sebelum Komisi X mendesak Mendikbudristek untuk memberikan tambahan nilai afirmasi kepada guru senior, peserta yang lolos tes hanya 80.000. Hingga pada akhirnya pasca nilai afirmasi ditambahkan, ada 173.000 guru yang lolos seleksi PPPK. 

"Baru di akhir (seleksi PPPK tahap 1) ketika kita (Komisi X) minta agak keras supaya pengumuman ditunda, dan kita minta ada penambahan nilai afirmasi, baru akhirnya direspon oleh Kemendikbud. Itu saja tidak seberapa. Karena itu kalau kita lihat dari seleksi tahap petama itu, dari konten saja itu sudah terlalu tinggi bagi guru-guru senior," kata Syaiful. 

Terakhir, Syaiful juga menginginkan supaya Kemendikbudristek bergerak aktif untuk melakukan afirmasi kepada tenaga pendidik senior. 

"Maunya saya gini, Kemendikbud bilang ke BKN dan Kemenpan-RV tolong guru-guru existing, yang lama pengabdian dan umur sudah senior dan masuk K2 yang tersisa tolong angkat semuanya. Soal potensi dan kualitas tanggung jawab kami sebagai Kemendikbud, itu menurut saya baru fair," pungkas politisi PKB tersebut.[]