News

Komisi X: Arahan Jokowi Soal PTM Dilakukan Dua Jam Sehari Tak Bisa Diikuti Seluruh Sekolah

Syaiful mengatakan arahan Presiden Joko Widodo agar pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan maksimal dua jam sehari tidak dapat diikuti seluruh sekolah.


Komisi X: Arahan Jokowi Soal PTM Dilakukan Dua Jam Sehari Tak Bisa Diikuti Seluruh Sekolah
Diskusi Dielektika Demokrasi bertema Menakar Urgensi Sekolah Tatap Muka (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan, arahan Presiden Joko Widodo agar pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan maksimal dua jam per hari tidak dapat diikuti seluruh sekolah di Indonesia.

Menurut Syaiful, PTM ini tidak berlaku serentak secara nasional, dan dalam SKB 4 menteri disebutkan yang punya kewenangan untuk sekolah dibuka atau tidak bukan Kemendikbud, bukan Pemerintah Pusat, tetapi pemerintah/ kabupaten kota.

"Apakah opsi yang ditawarkan oleh Pak Jokowi harus terlaksana ke seluruh sekolah,  jawabannya tidak," kata Syaiful dalam diskusi dengan tema Menakar Urgensi Sekolah Tatap Muka di media center MPR/DPR/DPD RI, gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Selain itu, Syaiful mengingatkan bahwa di dalam SKB 4 menteri ditegaskan jika orang tua masih punya hak otoritatif menentukan apakah anaknya tetep melaksanakan PJJ atau ikut PTM.

"Jadi perdebatan publik itu sebenarnya bisa dituntaskan ketika merujuk pada SKB 4 menteri sesungguhnya, bahwa ketika ada orang tua protes, nggak usah protes, karena orang tua ada opsi untuk tetap menolak dengan cara tetap melaksanakan PJJ, itu poin yang kedua," terangnya.

Kemudian Syaiful menilai, instruksi Presiden tidak berlaku nasional karena hasil survei dari Kemendikbud,  tanpa diketahui sesungguhnya sekolah-sekolah hampir 30 persen sudah melaksanakan PTM.

Terutama, lanjut Syaiful, yang mungkin hampir pasti di zona-zona hijau dan mungkin sedikit yang kuning, itu sudah melaksanakan PTM.

"Artinya masih sisa 70 persen yang didorong untuk melaksanakan PTM pada bulan Juli ini. Jadi bagi sekolah yang 30 persen sudah ikut PTM dan artinya dari simulasinya sudah bagus,  adaptasi baru sudah berjalan di sekolah itu,  kira-kira tidak usah mengambil opsi yang ditawarkan oleh Jokowi," pungkasnya.[]  

Arief Munandar

https://akurat.co