News

Komisi VIII Ungkap Keluhan Pelayanan Haji 2022

Komisi VIII Ungkap Keluhan Pelayanan Haji 2022
Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily (Dok. Akurat.co)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menerima keluhan dari jamaah haji terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Dia menyebut, keluhan pertama tentang pelayanan Armuzna. Kata dia, pelayanan tersebut belum sesuai dengan yang dijanjikan. Sebab, biaya pada tahun-tahun sebelumnya pada kisaran 1500 Saudi Riyals (SAR), tahun ini mengalami kenaikan menjadi 5.500 SAR.

"Hal itu tidak sebanding dengan pelayanan yang dirasakan para jamaah, karena pelayanan jamaah sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Ace, Kamis (14/7/2022).

baca juga:

Kedua, jarak tenda di Mina dengan jamarah masih jauh, yaitu tujuh kilometer.  Hal ini menguras stamina jamaah.

"Seharusnya dengan kapasitas terbatas, penempatan jamaah bisa diberikan pada jarak yang lebih dekat, tidak seperti kondisi haji sebelumnya. Banyak jamaah yang kena dehidrasi dan kelelahan," ujarnya.

Ace menjelaskan, catatan ketiga, dari segi kesehatan, beberapa tempat layanan kesehatan ditemukan masih adanya rekam medis jamaah yang belum diperbaharui sehingga pelayanan tenaga kesehatan dalam melayani jamaah masih menggunakan rekam medis tahun 2020.

Dia menilai, hal tersebut berpengaruh terhadap layanan kesehatan jamaah, namun secara umum pelayanan kesehatan sudah baik walaupun pengadaan obat harus diperbanyak sesuai dengan penyakit yang pada umumnya dirasakan jamaah seperti batuk, pilek dan sesak nafas.

"Terakhir, perlu ditingkatkan pelayanan manasik haji para jamaah. Banyak jamaah yang tidak tergabung dalam kelompok bersama Ibadah Haji (KBIH) tidak memiliki pengetahuan yang cukup dalam menjalankan manasiknya. Hal ini perlu difasilitasi Kementerian Agama," katanya.

Ace mengatakan, persoalan teknis seperti koper jamaah yang disediakan maskapai penerbangan yang cepat sobek dan rusak, perlu perhatian pihak yang berwenang.