News

Komisi VIII Segera Bentuk Panja Terkait Penyelenggaraan Haji 1442/2021

Komisi VIII Segera Bentuk Panja Terkait Penyelenggaraan Haji 1442/2021


Komisi VIII Segera Bentuk Panja Terkait Penyelenggaraan Haji 1442/2021
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily dalam rapat kerja dengan Kementerian Agama (Kemenag) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2021). (Facebook DPR RI)

AKURAT.CO, Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja dengan Kementerian Agama (Kemenag) dengan agenda pembahasan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1442 H/2021 M, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Dalam rapat tersebut, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memaparkan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian dari Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji.

Di tengah ketidakpastian penyelenggaraan haji, Pemerintah Indonesia melalui Kemenag membuat opsi pemberangkatan haji 1442 H/2021 M.

Ia menyebut, ada tiga opsi yang disiapkan, yakni kuota penuh, kuota terbatas, dan tidak memberangkatkan jemaah haji. Pemerintah sampai saat ini tetap bekerja untuk menyiapkan opsi pertama (kuota penuh).

“Kementerian Agama telah membentuk Tim Manajemen Krisis Haji dalam rangka mempersiapkan rencana mitigasi penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442H/2021M”, kata Menag.

“Kita semua berharap agar wabah ini segera berakhir, sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442H/2021M dapat berjalan secara normal seperti penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya," imbuhnya.

Merespon hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily memaklumi bahwa di tengah pandemi Covid-19, penyelenggaraan ibadah haji masih menunggu kebijakan resmi Pemerintah Arab Saudi.

Meski demikian, Ace meminta pemerintah tetap menyiapkan segala kemungkinan jika penyelenggaraan haji tetap dilaksanakan. Oleh karenanya, Komisi VIII DPR RI akan membentuk Panitia Kerja untuk membahas dan memutuskan biaya penyelenggaraan haji bersama pemerintah (Kemenag).

“Komis VIII DPR RI telah mendapat penjelasan dari Menteri Agama opsi kebijakan penyelenggaraan ibadah haji 1442 Hijriyah/2021 Masehi. Bagaimanapun kita tidak bisa membahas secara teknis misalnya soal MOU berapa jumlah kuota," jelasnya.

Menurut Politisi Partai Golkar ini, dalam pembahasan penyelenggaraan haji nantinya juga akan melibatkan banyak pihak termasuk Menteri Kesehatan.

Ace mengatakan bahwa berdasarkan informasi, jenis vaksin Sinovac tidak dapat digunakan bagi orang yang berusia 60 tahun ke atas. Sementara jamaah haji Indonesia kebanyakan berusia di atas 60 tahun.

"Nantinya calon jamaah dimungkinkan untuk menggunakan jenis vaksin lain. Ya nanti kita juga akan mengundang Menteri Kesehatan," pungkasnya.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu