News

Komisi VIII: Mestinya Menag Fachrul Bisa Batalkan Pernikahan Putri Habib Rizieq

Menurut Ace, kerumunan massa di acara Rizieq berkaitan dengan Kementerian Agama.


Komisi VIII: Mestinya Menag Fachrul Bisa Batalkan Pernikahan Putri Habib Rizieq
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily menyerahkan bantuan sosial (Istimewa)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily pertanyakan peran Menteri Agama (Menag RI) Fachrul Razi dalam acara yang dihadiri Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Menurut Ace, kerumunan massa di acara Rizieq berkaitan dengan Kementerian Agama. Pasalnya, kegiatan yang menyebabkan kerumunan di Petamburan pada Sabtu (14/11/2020) ialah Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Saya ingin juga menyampaikan bahwa gonjang-ganjing kemarin kedatangan Rizieq ya ini harus disikapi oleh Kementerian Agama secara lebih aktif, menurut saya," tegas Ace dalam rapat kerja bersama jajaran Kementerian Agama di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (18/11/2020).

"Karena apa? Karena implikasi dari kerumunan yang luar biasa kemudian kemarin waktu penjemputan, acara Maulid, acara pernikahan, terutama saya kira acara Maulid dan acara pernikahan, Pak Menteri," imbuhnya.

Ace menuturkan, semestinya Menag Fachrul dapat membatalkan prosesi pernikahan putri Habib Rizieq yang menyebabkan kerumunan. Caranya, dengan memerintahkan Kepala KUA untuk tidak datang melayani pernikahan tersebut.

"Itu kan semua terkait tuh dengan Kementerian Agama. Coba kalau kemarin Pak Menteri nggak ngutus kepala KUA-nya, nggak jadi tuh nikah, Pak. Kira-kira kan begitu," tegasnya.

Ia menilai, pentingnya Kemenag untuk memberi edukasi secara masif terkait bahaya pandemi Covid-19. "Saya berkomunikasi dengan Pak Kepala Satgas Covid-19 Pak Letnan Jenderal Doni Monardo bahwa memang harus ada pendekatan agama juga yang bisa menjelaskan kepada umat bahwa soal Covid-19 ini jangan dianggap enteng," ungkapnya. 

Sementara itu, Fachrul mengaku sudah membuat rilis pernyataan soal Rizieq. Ia menuturkan rilis itu dibuat dalam sudut pandang agama. Dia tidak menyoroti secara khusus soal aspek penularan corona.

"Masalah Pak Habib Rizieq, Menag sudah mengeluarkan dua kali rilis tentang ini. Karena sudah ada orang yang merilis dari aspek Covid-19, maka saya tak merilis aspek COVID, tapi aspek agama, masalah akhlak, kebhinekaan," jelas Fachrul.[]

Arief Munandar

https://akurat.co