News

Komisi VIII Bakal Bahas Kebijakan Arab Saudi Soal Wajib Vaksin bagi Calon Haji 2021

Komisi VIII Bakal Bahas Kebijakan Arab Saudi Soal Wajib Vaksin bagi Calon Haji 2021


Komisi VIII Bakal Bahas Kebijakan Arab Saudi Soal Wajib Vaksin bagi Calon Haji 2021
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Syadzily Hasan (AKURAT.CO/AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pemerintah Arab Saudi mewajibkan vaksinasi corona (Covid-19) bagi para calon jemaah haji tahun 2021. 

Menanggapi kebijakan tersebut, Komisi VIII DPR bakal agendakan rapat kerja gabungan untuk membahas penyelenggaraan haji tahun 2021 dengan terlebih memprioritaskan vaksinasi. 

"Dalam masa persidangan ini, kami akan agendakan untuk segera membahas penyelenggaraan haji tahun 2021 dengan terlebih dahulu memprioritaskan vaksinasi bagi calon jemaah haji," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Syadzily Hasan saat dihubungi Akurat.co, Rabu (3/3/2021). 

Ace menilai, keputusan Pemerintah Arab Saudi mewajibkan para calon jemaah haji utk vaksin Covid-19 merupakan kebijakan yang tepat. 

"Kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif agar penularan Covid-19 dalam penyelenggaraan haji betul-betul dapat dilakukan," katanya. 

Bedasarkan pengakuan Ace, Komisi VIII DPR RI sebelumnya telah meminta kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) supaya calon jemaah haji tahun 2021 ini mendapatkan prioritas vaksinansi Covid-19. 

"Untuk itu, bagi Pemerintah Indonesia, kebijakan ini harus diikuti dengan memprioritaskan bagi calon jemaah haji Indonesia yang akan berangkat tahun ini untuk segera dilakukan vaksinasi Covid-19," tegasnya. 

Arab Saudi tengah mempertimbangkan syarat wajib vaksinasi bagi seluruh jemaah yang menunaikan haji akhir tahun ini, menurut pernyataan menteri kesehatan negara tersebut pada Selasa (2/3) yang dikutip oleh harian Okaz. 

Dalam memo internal yang dilihat oleh Okaz, Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq al-Rabiah menyatakan vaksinasi akan diperlukan bagi semua yang ambil bagian. Ia juga mengarahkan staf untuk membentuk komite vaksinasi virus corona untuk jemaah haji sebelum musim haji pada bulan Juli. 

"Otoritas harus mengamankan tenaga yang dibutuhkan untuk mengoperasikan fasilitas kesehatan di Makkah, Madinah, dan titik masuk bagi jemaah," perintahnya, dilansir dari The National News. 

Menurut seorang juru bicara di Makkah, Kementerian Kesehatan mengatakan seluruh tenaga medis dan relawan yang ingin bekerja selama musim haji tahun ini juga harus divaksinasi. 

Puluhan ribu staf dan relawan biasanya dikerahkan untuk melayani lebih dari 2 juta jemaah haji pada tahun normal (nonpandemi). Namun, akibat pandemi COVID-19, jumlah jemaah haji dikurangi drastis menjadi hanya 1.000 orang yang sudah berada di dalam negara tersebut. Untuk tahun 2021 ini, belum ada kabar berapa banyak jumlah jemaah haji yang akan diizinkan. 

Sementara itu, Arab Saudi berencana untuk memvaksinasi 70 persen dari populasinya hingga akhir tahun 2021. Menurut Kementerian Kesehatan pada Selasa (2/3/2021), sejauh ini 885 ribu warga di negara itu telah divaksin virus corona. Lebih dari 259 pusat vaksinasi didirikan, tetapi wanita hamil, anak-anak, serta orang dengan alergi dan penyakit pernapasan didesak untuk tidak menerima vaksin. []

baca juga:

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu