News

Komisi VII DPR Soroti Tak Berfungsinya Sistem Peringatan Dini Erupsi Gunung Semeru

Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo menyoroti tidak berfungsinya Sistem Peringatan Dini (early warning system) pada bencana erupsi Gunung Semeru.


Komisi VII DPR Soroti Tak Berfungsinya Sistem Peringatan Dini Erupsi Gunung Semeru
Guguran lava pijar Gunung Semeru terlihat dari Desa Pranajiwo, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (4/3/2020). Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur meningkat sejak sepekan terakhir dengan intensitas delapan kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 200 hingga 1.000 dari pusat guguran gunung dan status Siaga level II atau waspada. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

AKURAT.CO Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo menyoroti tidak berfungsinya Sistem Peringatan Dini (early warning system) pada bencana erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. 

Ia pun mempertanyakan kinerja Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM yang sedianya bertugas memberikan peringatan dini terkait dengan situasi gunung berapi.

“(Tidak adanya peringatan dini) ini sangat berbahaya,” tegas Sartono dikutip dari akun Instagram @sartonohutomo, Jakarta, Senin (6/12/2021).

baca juga:

Anggota Fraksi Partai Demokrat ini menilai seharusnya Kementerian ESDM di bawah pimpinan Arifin Tasrif beserta jajaran dapat fokus bekerja sesuai dengan tugasnya yakni dengan memberikan peringatan dini kepada masyarakat. 

“Harusnya dapat fokus. Jangan memikirkan yang lain,” katanya.

Sartono memastikan, Komisi VII DPR RI akan segera memanggil jajaran Kementerian ESDM terkait hal ini. Menurutnya, hal ini penting untuk diselesaikan lantaran menyangkut keselamatan dan hidup orang banyak.

Sebagai informasi, Gunung Semeru di Jawa Timur pada Sabtu (4/12/2021) sore mengalami erupsi disertai panas guguran dan hujan abu vulkanik cukup tebal. Bahkan, guguran awan panas itu mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang.

Namun demikian, berdasarkan laporan aktivitas gunung api di laman resmi Magma Indonesia, tercatat tidak ada peringatan dini yang menyebutkan bahwa gunung tertinggi di pulau Jawa tersebut bakal erupsi.

Laporan terakhir yang masuk ke Magma Indonesia tercatat pada 3 dan 2 Desember 2021. Pada Jumat (3/12/2021), laporan itu menyebutkan bahwa gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah barat.