Ekonomi

Komisi VI Restui Tambahan PMN untuk 4 BUMN, Ini Nilainya

Komisi VI DPR RI merestui tambahan PMN dalam cadangan pembiayaan investasi Tahun Anggaran 2022 bagi empat BUMN.


Komisi VI Restui Tambahan PMN untuk 4 BUMN, Ini Nilainya
Komisi VI DPR RI gelar RDP hari ini, Rabu (19/2/2020) (AKURAT. CO/Atikah Umiyani)

AKURAT.CO, Komisi VI DPR RI menyetujui usulan tambahan penyertaan modal negara atau PMN dalam cadangan pembiayaan investasi Tahun Anggaran 2022 bagi empat BUMN.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima mengatakan tambahan penyertaan modal tersebut dengan rincian sebagai berikut PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp7,5 triliun, kemudian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp3,5 triliun.

"Kemudian PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebesar Rp1,98 triliun, dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Rp7,5 triliun," jelasnya dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN di Jakarta, Rabu (22/9/2021). 

Komisi VI DPR juga menyetujui terkait tambahan PMN Tahun Anggaran 2021 sesuai dengan KMK N0.298 tahun 2021 sebesar Rp16,9 triliun dengan rincian Hutama Karya sebesar Rp9 triliun yang akan digunakan untuk tambahan dukungan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

Lalu tambahan PMN TA 2021 untuk Waskita Karya sebesar Rp7,9 triliun yang akan digunakan sebagai penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi, serta digunakan untuk modal kerja dan investasi jalan tol.

Komisi VI DPR RI menyetujui penyesuaian Alokasi Anggaran Kementerian BUMN RI Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp208,2 miliar yang dialokasikan dalam belanja pegawai sebesar Rp75,11 miliar, belanja barang sebesar Rp131,9 miliar dan belanja modal sebesar Rp1,08 miliar.

Selain itu Komisi VI DPR menerima penjelasan Menteri BUMN RI terkait Penyertaan Modal Negara Tahun Anggaran 2022 dengan rincian Perum Perumnas yang akan digunakan dalam upaya memperbaiki struktur permodalan untuk melanjutkan program pengadaan "Satu Juta Rumah" bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar Rp1,57 triliun.

Kemudian PT PLN (Persero) yang akan digunakan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berupa transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik desa sebesar Rp5 triliun.

Lalu PT Hutama Karya (Persero) yang akan digunakan dalam penyelesaian konstruksi 8 ruas Jalan Tol Trans Sumatera dengan target tambahan panjang 162 Km sebesar Rp23,85 triliun.